Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kenapa Brokoli Baik untuk Penderita Diabetes? Ini Manfaat dan Cara Konsumsinya

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 27 Januari 2026 | 14:41 WIB
Photo
Photo

RADAR KUDUS - Brokoli dikenal sebagai salah satu sayuran dengan kandungan gizi tinggi yang memberi banyak manfaat bagi kesehatan.

Sayuran hijau dari kelompok cruciferous ini tidak hanya baik untuk menjaga daya tahan tubuh, tetapi juga berperan penting dalam mendukung kesehatan jantung, otak, serta membantu mengontrol kadar gula darah.

Brokoli mengandung beragam nutrisi penting, seperti vitamin A, C, dan K, folat, serat, serta kalium yang dibutuhkan tubuh agar tetap berfungsi optimal.

 

Baca Juga: Inilah 6 Contoh Makanan yang Mengandung Vitamin K, Ada Brokoli hingga Buah Blueberry

Karena termasuk sayuran non-tepung, brokoli kerap direkomendasikan sebagai pilihan aman untuk penderita diabetes maupun pradiabetes.

Dalam satu cangkir brokoli mentah, kandungan karbohidratnya relatif rendah, yakni kurang dari 6 gram, dengan sekitar 2 gram serat.

Kombinasi ini membuat brokoli tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang signifikan.

Serat di dalamnya juga membantu memperlambat proses pencernaan sehingga kadar gula darah lebih stabil.

Selain itu, konsumsi brokoli dapat memberikan rasa kenyang lebih lama.

 

Baca Juga: Sering Dikira Brokoli, Ini 11 Khasiat Tersembunyi Kembang Kol yang Luar Biasa Untuk Kesehatan

American Diabetes Association menyarankan penderita diabetes untuk mengisi setengah piring makan dengan sayuran non-tepung, termasuk brokoli, sebagai bagian dari Metode Piring Diabetes.

Penelitian terbaru dalam jurnal Phytomedicine Plus tahun 2023 mengungkap bahwa senyawa sulforaphane pada brokoli berpotensi membantu mengontrol kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, serta menekan stres oksidatif yang berisiko merusak pembuluh darah dan memicu komplikasi diabetes.

Brokoli juga bermanfaat dalam menjaga kecukupan cairan tubuh.

Kandungan airnya mencapai sekitar 90 persen, sehingga membantu mencegah dehidrasi yang kerap dialami penderita diabetes akibat sering buang air kecil saat gula darah tinggi.

Dari segi ketersediaan, brokoli tergolong mudah ditemukan dan harganya relatif terjangkau.

Brokoli segar dapat disimpan di lemari es selama beberapa hari, sementara brokoli beku tetap mempertahankan sebagian besar vitamin dan mineralnya.

Dalam pengolahan, brokoli sangat fleksibel. Sayuran ini bisa dikukus, dipanggang, atau ditumis sesuai selera.

Brokoli dapat dipadukan dengan ikan salmon dan nasi merah untuk menu seimbang, atau dicampurkan ke dalam telur orak-arik dan omelet saat sarapan.

Selain itu, brokoli juga nikmat disajikan dengan saus berbahan yogurt Yunani dan aneka rempah.

Meski menyehatkan, penderita diabetes yang mengonsumsi obat pengencer darah disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis atau ahli gizi sebelum mengonsumsi brokoli secara rutin, mengingat kandungan vitamin K di dalamnya. (laura)

Editor : Ali Mustofa
#Makanan rendah karbohidrat #berbagai manfaat brokoli #Sayur brokoli #Manfaat brokoli #diabetes