Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Waspadai Kelainan Tulang Belakang: Begini Ciri dan Penanganan Skoliosis

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 21 Januari 2026 | 15:17 WIB
Photo
Photo

RADAR KUDUS - Ketika seseorang berdiri tegak, kedua bahu seharusnya sejajar.

Namun pada beberapa kondisi, perbedaan tinggi bahu dapat terlihat jelas sehingga tubuh tampak miring saat berdiri atau berjalan.

Salah satu penyebab umum dari kondisi tersebut adalah skoliosis.

Apa Itu Skoliosis?

Skoliosis merupakan kelainan pada tulang belakang yang membuatnya melengkung ke arah samping, menyerupai huruf S atau C.

Gangguan ini bisa terjadi pada semua usia, tetapi lebih sering muncul pada anak-anak dan remaja.

Faktor pemicunya belum sepenuhnya diketahui, namun kondisi genetik serta gangguan saraf dan otot sering berkaitan dengan munculnya skoliosis.

Baca Juga: Postur Semakin Memburuk? Kenali Kebiasaan yang Dapat Menyebabkan Skoliosis

Bila terjadi pada masa remaja, skoliosis dapat terus berlanjut hingga dewasa. Besarnya derajat kelengkungan sangat menentukan apakah kondisi ini akan memburuk seiring waktu.

Oleh karena itu, mereka yang pernah terdiagnosis skoliosis dianjurkan rutin melakukan pemeriksaan medis untuk memantau perkembangan tulang belakang.

Tanda-Tanda Awal Skoliosis

Pada tahap awal, skoliosis kerap tidak menunjukkan gejala yang berarti. Meski demikian, beberapa indikator berikut perlu diwaspadai:

Penyebab Terjadinya Skoliosis

Sebagian besar kasus skoliosis tidak memiliki penyebab yang pasti. Namun dokter biasanya mengaitkannya dengan beberapa kondisi berikut:

Pentingnya Deteksi Dini

Mendeteksi skoliosis sejak awal sangat penting agar penanganannya lebih efektif dan dapat mencegah kelengkungan bertambah parah.

Diagnosis skoliosis biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan pencitraan medis.

1. Pemeriksaan Fisik

Dokter akan mengevaluasi postur, kesimetrisan tubuh, dan kelenturan tulang belakang.

Pasien juga akan diminta membungkuk ke depan untuk melihat apakah ada lengkungan abnormal yang muncul.

2. Pemeriksaan Penunjang

Pilihan Pengobatan Skoliosis

Perawatan skoliosis disesuaikan dengan usia, kondisi tulang belakang, dan tingkat keparahan kelengkungan.

1. Pengamatan Berkala

Jika kelengkungan masih ringan dan stabil, dokter hanya akan melakukan pemantauan rutin dengan pemeriksaan dan rontgen.

2. Penggunaan Braces / Korset

Digunakan khususnya pada remaja untuk memperlambat atau menghentikan perburukan kelengkungan. Biasanya dipakai 16–23 jam per hari hingga tulang selesai tumbuh.

3. Fisioterapi

Membantu memperkuat otot punggung, memperbaiki postur, dan mengurangi rasa nyeri.

4. Operasi

Dilakukan pada skoliosis berat dengan kelengkungan lebih dari 45 derajat. Tujuannya meluruskan tulang belakang dan mencegah komplikasi.

5. Obat Pereda Nyeri

Misalnya ibuprofen atau paracetamol untuk mengatasi nyeri punggung.

6. Terapi Alternatif

Yoga, akupuntur, atau latihan pernapasan dapat membantu meningkatkan fleksibilitas sekaligus meringankan ketidaknyamanan.

Skoliosis dapat ditangani dengan baik apabila dikenali sejak dini.

Memahami tanda-tanda awal dan rutin memeriksakan keadaan tulang belakang ke dokter dapat membantu mencegah kondisi semakin buruk serta meningkatkan kualitas hidup.(laura)

Editor : Ali Mustofa
#Skoliosis #Pengobatan skoliosis #Pencegahan Skoliosis #Gejala skoliosis #Kelainan tulang belakang