RADAR KUDUS – Berbagai informasi kesehatan kerap beredar di masyarakat, mulai dari yang benar secara ilmiah hingga sekadar mitos yang diwariskan turun-temurun.
Dalam edisi "Mitos Fakta" Ramadan, dr. Tirta membahas sejumlah anggapan populer seputar kesehatan dan meluruskannya berdasarkan penjelasan medis.
Golongan Darah dan Daya Tahan Tubuh
Salah satu mitos yang sering dipercaya adalah anggapan bahwa golongan darah tertentu membuat seseorang lebih jarang sakit.
Menurut dr. Tirta, hal tersebut tidak benar. Golongan darah tidak menentukan daya tahan tubuh maupun kerentanan seseorang terhadap penyakit.
Fungsi utama pengetahuan golongan darah hanya berkaitan dengan transfusi, donor darah, dan tindakan medis seperti transplantasi, untuk mencegah penggumpalan darah yang berbahaya.
Risiko penyakit jauh lebih dipengaruhi oleh gaya hidup, lingkungan, dan faktor genetik lain, bukan golongan darah.
Bulking dan Kesehatan Lambung
Bulking atau program menaikkan massa otot sering dianggap memperberat kerja lambung.
Faktanya, lambung bekerja seperti balon yang akan memberi sinyal saat sudah penuh.
Rasa begah atau mual bukan berarti lambung “rusak”, melainkan tanda kapasitasnya telah tercapai.
Dalam proses bulking, organ yang bekerja lebih berat justru mulut (karena mengunyah) dan ginjal yang menyaring protein lebih banyak, namun masih dalam batas aman selama dilakukan dengan benar.
Kemudian infused water kerap dianggap lebih sehat dibanding air putih. Padahal, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga hidrasi tubuh.
Infused water atau minuman elektrolit dibutuhkan hanya dalam kondisi tertentu, seperti dehidrasi berat atau setelah aktivitas fisik intens.
Konsumsi cairan harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, aktivitas, dan kondisi lingkungan.
Usia dan Proses Pemulihan Cedera
Usia memang memengaruhi kecepatan pemulihan cedera. Namun, hal ini tidak bersifat mutlak.
Orang yang rutin berolahraga sejak muda dapat memiliki metabolic age yang lebih muda dari usia biologisnya, sehingga proses pemulihan tetap cepat meski usia bertambah.
Sebaliknya, gaya hidup sedentari justru mempercepat penuaan organ tubuh.
Kopi, Ikan Asin dan Risiko Kesehatan
Kopi tanpa gula masih aman dikonsumsi dalam batas wajar. Risiko peningkatan tekanan darah baru muncul jika dikonsumsi berlebihan, terutama pada individu dengan riwayat penyakit jantung.
Sementara itu, konsumsi ikan asin secara rutin sejak usia dini berpotensi meningkatkan risiko kanker nasofaring akibat senyawa nitrosamin.
Namun, konsumsi sesekali masih tergolong aman, terlebih jika diolah dengan cara yang lebih sehat.
Rebusan Daun Pandan dan Saraf Kejepit
Anggapan bahwa rebusan daun pandan dapat menyembuhkan saraf kejepit tidak memiliki dasar medis.
Saraf kejepit umumnya disebabkan oleh postur tubuh yang salah dan kebiasaan mengangkat beban berat.
Daun pandan memang mengandung serat yang baik untuk pencernaan, tetapi tidak berkaitan langsung dengan gangguan saraf.
Olahraga dan Kesehatan Paru-paru
Berenang terbukti menjadi salah satu olahraga yang efektif meningkatkan kapasitas paru-paru.
Aktivitas ini melatih otot pernapasan, meningkatkan VO₂ max, serta mendukung kesehatan tulang belakang.
Batuk Berdahak dan Cara Penanganannya
Dahak merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi atau zat asing.
Mengeluarkan dahak membantu membersihkan saluran pernapasan, tetapi tidak selalu menyembuhkan batuk tanpa bantuan obat.
Dalam beberapa kondisi, obat ekspektoran diperlukan untuk membantu pengeluaran dahak secara optimal.
Banyak mitos kesehatan berkembang karena pemahaman yang keliru dan pemotongan konteks informasi.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menyaring informasi kesehatan dan merujuk pada penjelasan ilmiah serta tenaga medis.
Pola hidup sehat, olahraga rutin, dan pemahaman konteks tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan tubuh. (Ghina Nailal Husna)
Editor : Ali Mustofa