Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mitos dan Fakta Makanan Pemicu Asam Urat Menurut Penelitian Medis

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 14 Januari 2026 | 12:35 WIB
Makanan yang Memicu dan Mencegah Asam Urat Menurut Penelitian Ilmiah
Makanan yang Memicu dan Mencegah Asam Urat Menurut Penelitian Ilmiah

RADAR KUDUS - Bagi siapa pun yang pernah mengalami asam urat, rasa nyerinya tentu sulit dilupakan. Asam urat merupakan salah satu jenis radang sendi dengan tingkat nyeri yang cukup parah.

Serangan asam urat umumnya terjadi pada lutut, pergelangan kaki, atau jempol kaki, ditandai dengan persendian yang tampak merah, bengkak, terasa panas, dan sangat nyeri. Pada kondisi tertentu, rasa sakitnya bahkan membuat penderitanya tidak mampu berjalan hingga peradangan mereda secara perlahan.

Penyakit ini kerap dialami oleh banyak orang dan tidak jarang juga ditemukan pada anggota keluarga. Oleh karena itu, pemahaman mengenai faktor risiko, khususnya dari pola makan, menjadi hal yang sangat penting bagi penderita maupun orang-orang di sekitarnya.

Salah satu rujukan ilmiah yang membahas hubungan antara makanan dan asam urat adalah penelitian berjudul Dietary Factors and Risk of Gout and Hyperuricemia: A Meta-Analysis and Systematic Review yang diterbitkan pada tahun 2018 di jurnal medis internasional.

Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis, yaitu metode statistik yang mengkaji dan merangkum berbagai hasil riset sebelumnya untuk memperoleh kesimpulan yang lebih kuat dan akurat.

Dari total 1.004 penelitian yang meneliti kaitan antara pola makan dan asam urat, hanya 19 studi yang memenuhi kriteria kualitas ilmiah dan dijadikan dasar analisis.

Penelitian ini menilai tingkat risiko makanan tertentu melalui indikator statistik yang disebut Odds Ratio. Semakin tinggi nilai Odds Ratio, semakin besar risiko makanan tersebut memicu asam urat. Sebaliknya, nilai di bawah 1 menunjukkan efek protektif atau relatif aman bagi penderita asam urat.

Makanan dan Minuman yang Paling Berbahaya bagi Asam Urat

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terdapat beberapa jenis makanan dan minuman yang terbukti meningkatkan risiko asam urat secara signifikan.

Pertama adalah alkohol, dengan Odds Ratio sebesar 2,58. Minuman beralkohol seperti bir, wine, dan whisky memiliki risiko paling tinggi dalam memicu asam urat. Oleh karena itu, penderita asam urat sangat dianjurkan untuk menghindari konsumsi alkohol.

Kedua adalah fruktosa, dengan Odds Ratio 2,14. Fruktosa merupakan jenis gula yang banyak ditemukan dalam makanan dan minuman manis.

Contohnya meliputi sirup, madu, minuman bersoda seperti cola, jus buah, serta buah-buahan tertentu seperti mangga, anggur, pir, dan semangka. Konsumsi fruktosa berlebih terbukti dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.

Ketiga adalah seafood, dengan Odds Ratio 1,31. Jenis makanan laut seperti udang, cumi, kerang, oyster, kepiting, dan lobster diketahui kurang baik bagi penderita asam urat karena kandungan purinnya yang relatif tinggi.

Selain itu, daging merah seperti daging sapi, kambing, dan babi juga termasuk dalam kelompok makanan berisiko, dengan Odds Ratio 1,29. Konsumsi daging merah secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya asam urat.

Makanan dan Minuman yang Justru Baik untuk Asam Urat

Penelitian ini juga mengungkap beberapa temuan yang bertentangan dengan anggapan umum selama ini. Beberapa makanan yang sering dianggap berbahaya justru memiliki efek protektif terhadap asam urat.

Makanan dan minuman yang paling baik menurut penelitian ini adalah kopi, dengan Odds Ratio terendah yaitu 0,47. Angka ini menunjukkan bahwa konsumsi kopi berkaitan dengan penurunan risiko asam urat.

Selanjutnya adalah produk susu (dairy products) seperti susu, keju, dan yogurt, dengan Odds Ratio 0,56. Produk-produk ini terbukti aman dan bahkan bermanfaat bagi penderita asam urat.

Temuan paling mengejutkan yaitu pada sayuran dengan kandungan purin tinggi (high purine vegetables). Sayuran seperti bayam, kembang kol, jamur, dan kacang-kacangan selama ini sering dihindari oleh penderita asam urat. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok sayuran ini justru berperan dalam menurunkan risiko asam urat.

Belum ada penjelasan pasti mengenai mekanisme ini, tetapi salah satu hipotesis berasal dari penelitian di Jepang.

Masyarakat Jepang dikenal mengonsumsi produk berbahan kedelai seperti tahu, miso, kecap, dan kulit tahu hampir setiap hari. Studi menunjukkan bahwa konsumsi kedelai dapat meningkatkan ekskresi asam urat melalui urin.

Dengan meningkatnya pembuangan asam urat, kadar asam urat dalam darah tetap terjaga dan risiko serangan asam urat pun menurun.

Hasil penelitian ini menegaskan bahwa tidak semua makanan tinggi purin bersifat berbahaya bagi penderita asam urat. Sebaliknya, beberapa di antaranya justru memberikan efek perlindungan.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak hanya berpegang pada anggapan lama, tetapi juga mempertimbangkan bukti ilmiah terbaru dalam mengatur pola makan guna mencegah dan mengelola asam urat secara lebih tepat. (Ghina Nailal Husna)

Editor : Ali Mustofa
#medis #asam urat #pola makan #minuman #makanan