RADAR KUDUS - Bunga tapak dara (Catharanthus roseus), yang secara internasional dikenal sebagai Madagascar periwinkle, adalah tanaman hias yang sering dijumpai di halaman rumah penduduk.
Tanaman ini tidak hanya memiliki bunga dengan warna menarik seperti putih, merah muda, dan ungu, tetapi juga menyimpan banyak manfaat kesehatan.
Tanaman dari Madagaskar ini tidak hanya digunakan sebagai dekorasi taman, tetapi juga telah lama dikenal dalam dunia pengobatan tradisional dan medis modern.
Daun, batang, dan akar tapak dara diketahui mengandung zat aktif yang berpotensi membantu mengobati berbagai penyakit.
Salah satu komponen utama tapak dara adalah alkaloid vincristine dan vinblastine.
Kedua senyawa ini telah banyak diterapkan dalam industri farmasi sebagai komponen utama dalam obat kemoterapi untuk mengatasi berbagai jenis kanker, termasuk leukemia, limfoma, dan kanker payudara.
Selain itu, tapak dara juga diyakini mampu menurunkan level gula darah.
Dalam pengobatan tradisional, daun dan bunga tapak dara biasanya diseduh sebagai teh herbal atau dimakan dalam jumlah kecil untuk membantu mengendalikan diabetes.
Walaupun begitu, penerapannya tetap harus dilakukan dengan cermat.
Keuntungan lain dari tapak dara adalah kemampuannya untuk menurunkan hipertensi.
Kandungan zat alami dalam daun memiliki sifat vasodilator, yaitu membantu memperlebar pembuluh darah sehingga sirkulasi darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah bisa turun.
Ekstrak tapak dara juga dipercaya bisa mempercepat proses penyembuhan luka.
Daun yang telah dihaluskan sering dimanfaatkan secara tradisional sebagai ramuan luar untuk membantu menyembuhkan luka kecil dan infeksi kulit.
Tapak dara juga berfungsi untuk memperkuat sistem imun tubuh.
Zat aktif di dalamnya dapat meningkatkan produksi sel darah putih yang berperan melawan infeksi, sehingga berkontribusi dalam memperkuat kekebalan tubuh.
Walaupun memiliki banyak manfaat, masyarakat diingatkan untuk tidak memakai tapak dara secara sembarangan.
Kandungan alkaloid yang terdapat di dalamnya bisa menyebabkan efek samping jika diambil tanpa dosis dan pengawasan yang tepat. (Amelia NA)
Editor : Ali Mustofa