JAKARTA – Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit, BPJS Kesehatan terus mengoptimalkan layanan skrining kesehatan secara mandiri.
Memasuki tahun 2026, fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi Mobile JKN menjadi pilar utama dalam mendeteksi risiko penyakit tidak menular (PTM) bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Layanan ini dirancang untuk memetakan potensi risiko kesehatan seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung iskemik, hingga stroke sejak dini.
Peserta hanya perlu mengisi kuesioner yang mencakup riwayat kesehatan keluarga, pola hidup, dan kondisi fisik terkini melalui ponsel tanpa harus mengantre di fasilitas kesehatan.
"Skrining ini memberikan peringatan dini kepada peserta agar lebih waspada. Meskipun bukan diagnosis final medis, hasil ini menjadi acuan penting untuk langkah pencegahan lebih lanjut," tulis keterangan resmi layanan tersebut.
Peserta dapat melakukan skrining satu kali setiap tahun melalui dua jalur utama: aplikasi Mobile JKN dan laman resmi situs BPJS Kesehatan.
Setelah mengisi formulir secara lengkap, sistem akan secara otomatis mengkategorikan kondisi kesehatan peserta ke dalam dua kelompok, yaitu mereka yang memiliki potensi risiko penyakit dan mereka yang tidak menunjukkan indikasi risiko.
Langkah digitalisasi ini diharapkan dapat menurunkan angka kasus kronis di Indonesia melalui tindakan preventif yang lebih mudah dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Cukup 5 Menit untuk Deteksi Dini Risiko Penyakit!
Mengapa Harus Skrining?
- Gratis untuk seluruh peserta JKN.
- Cepat, cukup isi kuesioner dari HP.
- Penting untuk deteksi dini Diabetes, Jantung, & Hipertensi.
- Privasi Terjamin, hasil langsung muncul di layar Anda.
Baca Juga: Rumah Bau Akibat Kucing? Ini Cara Efektif Menjaganya Tetap Segar
Cara Skrining via Mobile JKN (Hanya 8 Langkah!) Buka aplikasi Mobile JKN (Login dengan NIK/Nomor JKN).
1. Klik menu 'Lainnya' di halaman utama.
2. Pilih fitur 'Skrining Riwayat Kesehatan'.
3. Pilih Nama anggota keluarga yang ingin diskrining.
4. Klik 'Setuju' pada lembar persetujuan.
5. Isi Pertanyaan tentang kebiasaan hidup & riwayat sakit.
6. Klik 'Selanjutnya' sampai selesai.
7. Cek Hasil! Apakah Anda masuk kategori Risiko Rendah, Sedang, atau Tinggi.
Baca Juga: Tragedi di Usia 28: Kisah Khanh Linh, Stroke yang Merenggut Masa Muda dan Peringatan Keras Bagi Generasi Milenial
Ingat!
a. Skrining dilakukan 1x setahun.
b. Hasilnya adalah Peringatan Dini, bukan diagnosis final dokter.
c. Jika hasil menunjukkan Risiko Sedang/Tinggi, segera konsultasi ke FKTP (Puskesmas/Klinik) terdaftar.
Akses Cepat via Web
Jika memori HP penuh, akses melalui: ???? https://webskrining.bpjs-kesehatan.go.id/skrining
"Sehat itu dimulai dari deteksi dini. Yuk, skrining sekarang sebelum terlambat!"
Editor : Ali Mustofa