Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jangan Diabaikan, Tubuh Mudah Memar Punya Banyak Penyebab

Redaksi Radar Kudus • Senin, 22 Desember 2025 | 22:10 WIB
Ilustrasi:tubuh memar
Ilustrasi:tubuh memar

Radar Kudus - Pernah menemukan bercak ungu kebiruan di kulit padahal tidak merasa terbentur apa pun? Kondisi tersebut dikenal sebagai memar, yakni tanda pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kulit sehingga darah merembes ke jaringan sekitarnya.

Pada umumnya, memar muncul akibat benturan ringan, terjatuh, atau terjepit. Namun dalam sejumlah kondisi, memar dapat timbul tanpa sebab yang jelas dan berulang.

Hal ini bisa berkaitan dengan obat, nutrisi, hingga gangguan kesehatan tertentu. Berikut penjelasan para ahli mengenai faktor-faktor yang dapat memicu memar.

Baca Juga: Henti Jantung Saat Olahraga Bisa Terjadi, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

1. Penggunaan Obat dan Suplemen

Menurut dokter bedah ortopedi Anthony Kouri, obat pengencer darah seperti warfarin, heparin, rivaroxaban, dan dabigatran dapat menghambat proses pembekuan darah. Akibatnya, pembuluh darah lebih mudah bocor dan memicu memar.
Efek serupa juga bisa muncul dari konsumsi suplemen herbal seperti ginkgo biloba dan ginseng.

2. Faktor Usia

Seiring bertambahnya umur, kulit menjadi lebih tipis dan kehilangan elastisitas. Dokter bedah plastik Michelle Lee menjelaskan bahwa lapisan lemak pelindung kulit juga menipis, sehingga pembuluh darah lebih rentan cedera meski terkena benturan ringan.

3. Pola Makan Sehari-hari

Tak disangka, beberapa makanan sehat seperti bawang putih, jahe, kunyit, teh hijau, salmon, dan ginkgo dapat memberi efek pengencer darah alami. Jika dikonsumsi berlebihan, risiko memar pun meningkat, terutama menjelang tindakan medis.

4. Kekurangan Vitamin

Defisiensi vitamin C dan vitamin K sering dikaitkan dengan tubuh yang mudah memar. Vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen, sedangkan vitamin K penting untuk proses pembekuan darah. Kekurangan keduanya membuat dinding pembuluh darah lebih rapuh.

5. Gangguan Pembekuan Darah

Penyakit kelainan darah seperti Penyakit Von Willebrand dapat menyebabkan memar berlebihan. Gangguan ini umumnya bersifat genetik dan sering disertai gejala lain seperti mimisan atau gusi mudah berdarah.

6. Jumlah Trombosit Rendah

Trombosit berfungsi membantu menghentikan perdarahan. Bila jumlahnya menurun, proses pembekuan darah menjadi tidak optimal sehingga memar lebih mudah muncul.

7. Faktor Keturunan

Perempuan cenderung lebih mudah memar dibandingkan pria, dan warna kulit cerah membuat memar tampak lebih jelas. Jika anggota keluarga memiliki keluhan serupa, faktor genetik patut dipertimbangkan.

8. Aktivitas Fisik Berat

Latihan intens seperti angkat beban atau olahraga dengan tekanan tinggi dapat menyebabkan robekan mikro pada serat otot. Kondisi ini kerap menimbulkan memar, terutama pada pemula.

9. Penyakit Tertentu

Beberapa penyakit serius seperti leukemia, gangguan hati, dan diabetes juga dapat meningkatkan risiko memar. Penyakit hati memengaruhi produksi protein pembekuan darah, sementara diabetes dapat merusak pembuluh darah akibat kadar gula tinggi.

10. Defisiensi Vitamin C

Meski tanpa penyakit tertentu, kekurangan vitamin C saja sudah cukup membuat pembuluh darah rapuh. Selain memicu memar, kondisi ini juga dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Jika memar sering muncul tanpa sebab yang jelas, berlangsung lama, atau disertai keluhan lain, pemeriksaan medis sangat disarankan. Hindari mendiagnosis diri sendiri dan konsultasikan kondisi tersebut dengan tenaga kesehatan.(laura)

Editor : Mahendra Aditya
#Memar tanpa sebab #Penyebab memar tanpa benturan #Gangguan Pembekuan Darah #Kekurangan vitamin #kesehatan kulit