RADAR KUDUS - Kebiasaan begadang sering disalahkan sebagai penyebab sejumlah penyakit, termasuk masalah ginjal.
Akan tetapi, dokter menekankan bahwa begadang tidak langsung merusak ginjal, tetapi meningkatkan kemungkinan berbagai masalah kesehatan yang bisa mengganggu fungsi penting organ tersebut.
Dokter menjelaskan bahwa tidur yang kurang dalam jangka panjang bisa menyebabkan gangguan metabolik, penyakit kardiovaskular, diabetes, obesitas, serta gangguan hormonal.
Faktor-faktor tersebut adalah penyebab utama risiko penyakit ginjal kronis. Selain itu, kualitas tidur yang buruk juga dapat mengurangi kekebalan tubuh, sehingga seseorang lebih mudah terkena infeksi, termasuk infeksi saluran kemih dan infeksi ginjal.
Dokter menyatakan bahwa infeksi ginjal yang muncul kembali atau tidak ditangani dengan benar bisa mengakibatkan penurunan fungsi ginjal secara perlahan.
Dengan kata lain, kerusakan ginjal tidak langsung disebabkan oleh begadang, tetapi merupakan akibat lanjutan dari masalah kesehatan yang timbul akibat pola hidup dan pola tidur yang buruk.
Dokter juga menekankan gaya hidup yang biasanya terkait dengan kebiasaan begadang, seperti konsumsi kafein dan minuman energi yang berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak seimbang, serta konsumsi alkohol atau zat berbahaya.
Kebiasaan itu bisa mengakibatkan dehidrasi dan memberikan tekanan pada fungsi ginjal dalam jangka lama jika tidak diimbangi dengan konsumsi cairan dan gaya hidup yang sehat.
Penyakit ginjal memiliki banyak faktor, dengan berbagai penyebab dan risiko yang saling terhubung.
Oleh sebab itu, tidak ada masalah ginjal yang sepenuhnya disebabkan hanya oleh kebiasaan begadang.
Masyarakat dihimbau untuk memperhatikan waktu tidur yang memadai, mengurangi asupan kafein, menjalani pola hidup sehat, serta mencari bantuan di layanan kesehatan jika merasakan masalah terkait ginjal. (Amelia NA)
Editor : Mahendra Aditya