Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Salmonella: Ancaman Bakteri dari Makanan dan Cara Efektif Mencegah Infeksinya

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 11 Desember 2025 | 23:36 WIB
Ilustrasi daging salmon
Ilustrasi daging salmon

 

RADAR KUDUS - Salmonella merupakan kelompok bakteri Gram-negatif yang sering ditemukan pada sistem pencernaan hewan dan manusia, dan dikenal sebagai salah satu penyebab utama penyakit akibat makanan di seluruh dunia.

Infeksi yang ditimbulkan, terutama salmonellosis dan demam enterik seperti demam tifoid, dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius jika tidak ditangani dengan baik.

Karakteristik dan Tempat Hidup Salmonella

Bakteri ini berkembang biak di usus berbagai hewan—mulai dari unggas, reptil seperti kura-kura dan iguana, hingga mamalia. Salmonella keluar melalui feses dan dapat bertahan di lingkungan, terutama pada air atau permukaan yang lembap, selama beberapa minggu.

Suhu terbaik untuk pertumbuhannya berada di kisaran 37°C, meski masih bisa hidup pada suhu lebih rendah atau lebih tinggi. Meski demikian, bakteri ini tidak mampu bertahan pada panas tinggi, sehingga proses memasak hingga suhu minimal 70°C dapat membunuhnya secara efektif.

Bagaimana Salmonella Menular ke Manusia?

Penularan utama terjadi melalui jalur oral, ketika seseorang menelan makanan atau minuman yang terkontaminasi. Beberapa sumber kontaminasi yang paling umum antara lain:

1. Konsumsi makanan mentah atau kurang matang

Telur, daging unggas, daging merah, hingga susu yang tidak dipasteurisasi menjadi jalur penularan yang paling sering dilaporkan. Memasak makanan hingga benar-benar matang sangat penting untuk menghindari pertumbuhan bakteri.

2. Kontaminasi silang di dapur

Peralatan seperti talenan, pisau, atau meja yang digunakan untuk mengolah daging mentah dapat menyebarkan Salmonella ke makanan siap konsumsi jika tidak dibersihkan dengan benar.

3. Kebersihan tangan yang buruk

Orang yang tidak mencuci tangan setelah dari toilet dapat menyebarkan bakteri ini ke makanan yang sedang dipersiapkan.

4. Kontak dengan hewan tertentu

Reptil, burung, serta anak ayam dapat membawa Salmonella tanpa menunjukkan gejala. Menyentuh atau menggendong hewan-hewan ini tanpa mencuci tangan meningkatkan risiko penularan.

Gejala Infeksi Salmonella

Keluhan biasanya muncul antara 6 jam hingga 6 hari setelah paparan bakteri. Lama sakit bervariasi, namun sebagian besar pulih dalam 4–7 hari. Gejala umum mencakup:

Pada beberapa kasus berat, bakteri dapat memasuki aliran darah dan menimbulkan komplikasi serius, termasuk demam tifoid yang membutuhkan penanganan medis segera.

Risiko infeksi Salmonella menjadi lebih besar pada ibu hamil karena sistem kekebalan tubuh secara alami menurun selama kehamilan untuk melindungi janin.

Akibatnya, makanan mentah atau setengah matang sangat berbahaya dikonsumsi ibu hamil karena bakteri yang masih hidup dapat menyebabkan gejala infeksi yang lebih parah seperti dehidrasi, demam tinggi, serta bahkan memicu komplikasi seperti kontraksi dini, kelahiran prematur, atau keguguran pada kondisi berat.

Meski Salmonella jarang langsung menginfeksi janin, efek tidak langsung dari infeksi berat pada ibu tetap dapat membahayakan kehamilan.

Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah utama, yakni dengan memasak seluruh makanan hewani hingga matang sempurna, menjaga kebersihan tangan dan peralatan dapur, mencegah kontaminasi silang, serta memastikan konsumsi air dan bahan pangan yang aman.

Penanganan dan Cara Pencegahan

Sebagian besar kasus ringan akan sembuh dengan istirahat dan asupan cairan yang cukup. Namun, infeksi berat memerlukan antibiotik di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Upaya pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko infeksi:

1. Terapkan kebersihan diri

Biasakan mencuci tangan dengan sabun setelah dari toilet, setelah mengganti popok, serta sebelum menyiapkan makanan.

2. Masak makanan hingga matang sempurna

Pastikan daging, unggas, dan telur dimasak hingga suhu internal aman.

3. Hindari kontaminasi silang

Gunakan peralatan terpisah untuk bahan mentah dan makanan siap saji. Bersihkan talenan, meja, dan alat masak setelah digunakan.

4. Pastikan air dan bahan pangan aman

Konsumsi air minum yang bersih dan makanan yang terjamin kebersihannya.

5. Berhati-hati terhadap hewan peliharaan tertentu

Cuci tangan setiap selesai menyentuh reptil atau burung yang berpotensi membawa bakteri.

(rani)

Editor : Mahendra Aditya
#bakteri #salmonella #makanan #Makanan sehat