Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kenali Fungal Acne: Ruam Gatal Mirip Jerawat yang Sering Salah Diagnosis

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 9 Desember 2025 | 21:47 WIB
Fungal acne
Fungal acne

RADAR KUDUS - Banyak orang mengira semua jerawat disebabkan oleh bakteri, padahal jamur juga bisa memicu munculnya benjolan gatal di kulit yang mirip jerawat.

Kondisi ini sering disebut sebagai fungal acne, meskipun istilah tersebut sebenarnya kurang tepat menurut para ahli kulit.

Joshua Zeichner, MD, seorang profesor dermatologi di Mount Sinai Hospital, menjelaskan bahwa fungal acne bukan jerawat sejati.

Kondisi ini biasanya muncul sebagai bintil kecil berisi nanah, terasa gatal, dan kadang tampak seperti ruam kemerahan.

Area yang sering terkena adalah punggung dan dada, tetapi tak menutup kemungkinan muncul di wajah.

Penyebab Fungal Acne

Baca Juga: 5 Manfaat Masker Buah Pepaya Untuk Kecantikan, Mampu Mengurangi Jerawat Hingga Kerutan!

Fungal acne terjadi ketika ragi alami bernama Malassezia tumbuh terlalu banyak di kulit. Ragi ini masuk ke dalam folikel rambut dan menyebabkan peradangan.

Malassezia hidup secara alami di kulit dan memanfaatkan sebum sebagai sumber makanan.

Cuaca panas, keringat, dan kondisi kulit yang lembap dapat membuat jamur berkembang lebih cepat. Karena itulah fungal acne banyak muncul di area tubuh yang mudah berkeringat.

Faktor yang Memicu Pertumbuhan Jamur Berlebihan

1. Terlalu lama memakai pakaian basah keringat

Pakaian lembap, ketat, atau tidak segera diganti setelah berolahraga dapat menjebak minyak, keringat, dan sel kulit mati. Kondisi ini menjadi lingkungan ideal bagi jamur berkembang biak.

2. Jarang mandi setelah berkeringat

Tidak membersihkan tubuh setelah berkeringat memungkinkan kotoran dan sebum menumpuk, yang kemudian memudahkan jamur tumbuh. Namun pemilik kulit sensitif disarankan berkonsultasi ke dokter sebelum mengubah frekuensi mandi.

3. Iklim panas dan lembap

Suhu yang tinggi membuat produksi sebum meningkat. Ketika minyak dan keringat bercampur dan terperangkap di kulit, jamur akan tumbuh lebih cepat.

4. Penggunaan antibiotik jangka panjang

Antibiotik dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma kulit. Pada beberapa kasus, penggunaan berlebihan bisa menekan bakteri yang baik dan memberi ruang bagi jamur berkembang.

Perbedaan Fungal Acne dengan Jerawat Biasa

Jerawat akibat bakteri cenderung berbentuk komedo atau kista dalam yang terasa nyeri.

Sementara fungal acne biasanya muncul sebagai bintik kecil yang ukurannya seragam, dangkal, dan sering kali menimbulkan rasa gatal — ciri khas yang paling mudah dikenali.

Jika ruam gatal mirip jerawat tidak kunjung reda, sebaiknya periksa ke dokter kulit. Pengobatan umumnya menggunakan salep antijamur atau pembersih khusus.

Baca Juga: Sering Ngegym dan Gatal? Hati-hati Kena Infeksi Jamur Ringworm, Ini 4 Jenis Kurap dan Cara Mengatasinya

Cara Mencegah Fungal Acne

Menjaga kebersihan tubuh dan memahami pemicu fungal acne dapat membantu mencegah ruam gatal ini muncul kembali.(laura)

Editor : Ali Mustofa
#Penyebab Fungal acne #Cara mencegah Fungal acne #Jamur kulit #Malassezia #Fungal Acne