Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Viral Karena Seleb, Ini 5 Manfaat Roti Sourdough yang Jarang Diketahui untuk Tubuh

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 5 Desember 2025 | 22:14 WIB
Ilustrasi Starter Sour Dough
Ilustrasi Starter Sour Dough

RADAR KUDUS - Roti sourdough kembali mencuri perhatian publik setelah disebut sebagai salah satu makanan favorit selebritas dunia.

Popularitasnya bukan hanya karena tren atau rasa yang unik, tetapi juga karena manfaat kesehatannya yang semakin banyak disadari masyarakat.

Sourdough merupakan jenis roti yang dibuat melalui proses fermentasi alami dengan starter yang terbuat dari campuran tepung dan air.

Tidak seperti ragi instan pada roti biasa, fermentasi pada sourdough memerlukan waktu lebih lama. Proses inilah yang menghasilkan aroma khas asam yang lembut, tekstur kenyal, serta nilai gizi yang lebih baik.

Berikut lima manfaat utama roti sourdough bagi kesehatan tubuh:

1. Menjaga kesehatan usus

Proses fermentasi alami pada roti sourdough melibatkan bakteri asam laktat dan ragi liar yang secara alami membentuk senyawa prebiotik. Zat ini menjadi “makanan” bagi bakteri baik di dalam usus.

Meski sebagian besar probiotik tidak bertahan saat proses pemanggangan, kandungan prebiotiknya tetap berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Usus yang sehat sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh, penyerapan nutrisi, dan kesehatan keseluruhan.

Dengan rutin mengonsumsi sourdough dalam jumlah wajar, fungsi pencernaan dapat menjadi lebih optimal.

2. Membantu mengontrol kadar gula darah

Dibandingkan roti putih biasa, roti sourdough memiliki indeks glikemik yang lebih rendah. Artinya, konsumsi roti ini tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.

Hal tersebut terjadi karena selama fermentasi terbentuk asam asetat yang membantu memperlambat proses pengosongan lambung.

Selain itu, asam laktat dalam sourdough membuat struktur pati dan gluten berubah, sehingga karbohidrat lebih lambat dipecah menjadi gula di dalam tubuh.

Jika dibuat dari tepung gandum utuh, efek pengendalian gula darah ini bisa menjadi lebih baik lagi.

3. Lebih ramah bagi pencernaan

Sourdough juga cocok bagi orang yang sensitif terhadap karbohidrat tertentu. Selama proses fermentasi, beberapa jenis karbohidrat sulit cerna seperti FODMAP dipecah menjadi bentuk yang lebih sederhana.

Ini membantu mengurangi risiko perut kembung, rasa tidak nyaman, atau gangguan pencernaan lainnya.

Fermentasi juga memecah protein menjadi asam amino dan peptida yang lebih mudah diserap. Hal ini membuat sourdough lebih “ringan” bagi saluran cerna dibandingkan roti biasa.

4. Mendukung penuaan yang lebih sehat

Roti sourdough mengandung senyawa antioksidan hasil fermentasi. Kandungan ini membantu melawan radikal bebas dalam tubuh yang menjadi salah satu penyebab penuaan dini dan kerusakan sel.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan fermentasi juga berpotensi mendukung kesehatan tulang.

Kandungan bioaktif dalam sourdough dapat membantu menjaga kepadatan tulang dan menurunkan risiko osteoporosis, sekaligus memberikan dukungan terhadap kesehatan jantung dan metabolisme.

5. Membantu penyerapan nutrisi lebih maksimal

Di dalam biji-bijian terdapat senyawa bernama asam fitat, yang berfungsi mengikat mineral seperti zat besi, kalsium, dan seng sehingga sulit diserap oleh tubuh.

Proses fermentasi pada sourdough membantu memecah asam fitat tersebut.

Hasilnya, mineral penting dalam roti menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh. Inilah yang membuat sourdough sering dianggap sebagai pilihan roti yang lebih bergizi dibandingkan roti pada umumnya. (rani)

Editor : Mahendra Aditya
#kesehatan #ragi alami #sourdough #roti