Radar Kudus - Skoliosis adalah gangguan pada postur tulang belakang yang ditandai dengan lengkungan yang tidak normal.
Walau faktor genetik dan kondisi medis tertentu dapat menjadi penyebabnya, gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari ternyata juga bisa mempengaruhi muncul atau memburuknya kelainan ini.
Sebelum memahami kebiasaan pemicunya, penting mengenali gejala skoliosis, terutama karena kondisi ini sering mulai terlihat pada anak usia 10–15 tahun. Beberapa tanda yang umum meliputi:
– Tubuh tampak tidak seimbang, misalnya bahu atau pinggul berbeda tinggi.
– Bahu atau pinggul terlihat menonjol karena tulang belakang bergeser.
– Saat membungkuk ke depan, tampak tonjolan atau lengkungan di punggung.
– Muncul nyeri dan rasa tidak nyaman pada area punggung yang melengkung.
– Pada kasus berat, kelainan dapat menekan paru-paru sehingga memicu kesulitan bernapas.
– Terjadi perubahan postur secara tiba-tiba selama masa pertumbuhan.
Kebiasaan Buruk yang Bisa Memicu Skoliosis
1. Membungkuk dalam waktu lama
Sering menunduk saat menatap gawai atau komputer dapat memberi tekanan tidak merata pada tulang belakang.
Postur membungkuk yang dipertahankan terlalu lama dapat membuat tulang punggung kehilangan keseimbangannya. Gunakan kursi yang mendukung postur, dan lakukan peregangan secara berkala.
2. Posisi duduk yang tidak ergonomis
Duduk dengan punggung melengkung atau menulis sambil tiduran di meja adalah kebiasaan yang dapat mengubah kesejajaran tulang belakang.
Anak-anak sering melakukannya tanpa sadar. Pastikan posisi duduk tegak dan meja berada pada tinggi yang sesuai agar postur tetap terjaga.
3. Duduk bersila terlalu lama
Duduk bersila dalam jangka panjang dapat membuat berat tubuh terpusat hanya pada satu sisi. Lama-kelamaan, kebiasaan ini dapat mendorong ketidakseimbangan otot dan postur.
Biasakan duduk dengan kaki menapak rata ke lantai dan punggung tegak.
4. Membawa tas terlalu berat
Tas dengan beban berlebih, apalagi hanya digantung di satu bahu, dapat menarik tubuh ke satu sisi dan memberi tekanan besar pada tulang belakang. Gunakan ransel dengan dua tali bahu agar beban tersebar merata.
5. Mengangkat benda berat dengan teknik yang salah
Mengangkat beban tanpa menekuk lutut atau menggunakan punggung sebagai tumpuan utama rentan menyebabkan cedera.
Tekanan berlebih dapat memicu ketegangan otot dan memperburuk postur. Pastikan teknik mengangkat benar: lutut ditekuk dan punggung tetap sejajar.
Menjauhi kebiasaan di atas serta menerapkan pola hidup sehat akan membantu menjaga tulang belakang tetap kuat.
Jika muncul gejala atau perubahan postur yang mencurigakan, segera konsultasikan ke dokter atau ahli ortopedi agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.(laura)
Editor : Mahendra Aditya