Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Plus Minus Mencukur dan Waxing yang Perlu Diketahui

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 4 Desember 2025 | 23:13 WIB
Ilustrasi Waxing
Ilustrasi Waxing

RADAR KUDUS - Menghilangkan bulu pada tubuh, terutama di area kaki dan ketiak, menjadi rutinitas yang dilakukan banyak orang demi kenyamanan dan tampilan yang lebih rapi.

Dua metode yang paling umum digunakan adalah mencukur dan waxing. Namun, hingga saat ini masih banyak beredar anggapan keliru tentang kedua teknik tersebut.

Salah satu mitos yang paling sering terdengar adalah bahwa mencukur dapat membuat bulu tumbuh lebih tebal dan lebih cepat.

Faktanya, mencukur tidak memengaruhi ketebalan maupun kecepatan pertumbuhan bulu. Faktor utama yang menentukan tebal-tipisnya rambut adalah genetik dan hormon, bukan alat cukur.

Perasaan bulu lebih kasar setelah dicukur sebenarnya terjadi karena ujung rambut terpotong secara rata dan tumpul. Saat rambut mulai tumbuh dari permukaan kulit, ujung yang tumpul inilah yang menciptakan sensasi lebih keras saat disentuh.

Seiring waktu, ujung rambut akan kembali meruncing secara alami, dan teksturnya pun terasa lebih lembut.

Berbeda dengan mencukur, waxing bekerja dengan mencabut rambut hingga ke akarnya. Inilah sebabnya hasil waxing biasanya lebih tahan lama. Rambut yang tumbuh kembali tampak lebih halus karena ujungnya meruncing dan membutuhkan waktu lebih lama untuk muncul ke permukaan kulit.

Meski begitu, waxing tidak berarti membuat bulu tumbuh lebih tipis secara permanen. Yang terjadi hanyalah perbedaan pada bentuk ujung rambut dan siklus pertumbuhannya, bukan perubahan struktur asli rambut.

Dari sisi kenyamanan, mencukur dianggap lebih praktis, cepat, dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Namun, jika tidak dilakukan dengan benar, mencukur berisiko menimbulkan iritasi, kulit kering, hingga luka kecil. Terutama jika menggunakan alat yang kurang bersih atau kulit dalam kondisi terlalu kering.

Sementara itu, waxing bisa memberikan hasil yang lebih lama, tetapi menimbulkan rasa perih dan tidak selalu cocok bagi pemilik kulit sensitif.

Jika dilakukan tanpa teknik yang tepat, waxing juga dapat menyebabkan kemerahan bahkan peradangan ringan pada kulit.

Agar aman, baik mencukur maupun waxing sebaiknya diikuti dengan perawatan tambahan berupa pelembap atau minyak alami untuk menjaga kelembapan kulit dan meminimalkan iritasi.

Pada akhirnya, pilihan metode kembali pada kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing. Tidak ada metode yang sepenuhnya benar atau salah, selama dilakukan dengan cara yang tepat dan higienis. (rani)

Editor : Mahendra Aditya
#waxing #mencukur bulu #hair care #Skincare