RADAR KUDUS - Candied Salmon atau dikenal juga sebagai Salmon Candy menjadi salah satu camilan yang sangat viral di TikTok sepanjang tahun 2025.
Media sosial dipenuhi video potongan salmon berwarna karamel mengilap, tampak manis, lengket, dan terlihat seperti permen.
Ribuan orang mengikuti tren ini karena tampilannya menarik dan prosesnya tampak mudah.
Namun, di balik popularitasnya, tren pembuatan candied salmon yang beredar di TikTok ternyata banyak yang keliru dan berpotensi membahayakan kesehatan.
Sebagian besar video memperlihatkan salmon yang hanya direndam dalam larutan gula dan garam, lalu dimasukkan ke dalam kulkas tanpa melalui proses pemanasan atau pengasapan yang benar.
Cara ini TIDAK MEMATIKAN bakteri, virus, maupun parasit yang mungkin terdapat di dalam daging salmon mentah.
Padahal, salmon mentah berisiko mengandung berbagai mikroorganisme berbahaya, seperti:
-
Listeria monocytogenes
-
Salmonella
-
Vibrio
-
Parasit seperti Anisakis
Jika dikonsumsi tanpa pemrosesan suhu panas yang aman, mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan:
-
Mual dan muntah
-
Diare parah
-
Demam tinggi
-
Keracunan makanan
-
Infeksi serius pada ibu hamil, anak-anak, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah
Yang lebih mengkhawatirkan, banyak konten TikTok yang mengabaikan standar keamanan pangan, seperti:
-
Menyimpan ikan terlalu lama di suhu tidak stabil
-
Menggunakan wadah lembap dan tidak steril
-
Tidak memperhatikan batas waktu fermentasi
-
Tidak mengontrol tingkat keasaman dan garam secara ilmiah
Hal ini membuat tren candied salmon versi TikTok berbeda dengan metode tradisional aslinya.
Padahal, secara budaya dan sejarah, candied salmon berasal dari masyarakat adat di kawasan Pacific Northwest, Amerika Utara, yang telah mempraktikkan teknik pengawetan ikan dengan cara yang sangat terkontrol dan aman selama ratusan tahun.
Mereka melakukan proses curing, pengeringan, dan pengasapan dalam waktu lama, menggunakan suhu tertentu untuk menghambat pertumbuhan bakteri.
Sayangnya, versi viral di media sosial hanya meniru tampilannya saja, bukan prosedur keamanannya.
Proses asli candied salmon seharusnya melalui empat tahap penting:
-
Curing – Salmon dilumuri garam dan gula untuk menarik keluar air dari daging
-
Pengeringan – Membentuk lapisan pelindung di permukaan ikan
-
Pengasapan (smoking) – Memberikan panas dan membunuh bakteri
-
Finishing – Glaze manis ditambahkan setelah ikan aman dikonsumsi
Namun pada versi TikTok, banyak pengguna langsung meloncat ke tahap “glaze manis” tanpa memastikan salmon benar-benar matang atau aman.
Inilah yang menjadikan tren tersebut salah kaprah dan berbahaya bila diikuti tanpa pengetahuan yang tepat.
Meski candied salmon mengandung protein tinggi dan kaya nutrisi, manfaat tersebut tidak sebanding dengan risikonya jika proses pembuatannya keliru.
Apalagi, salmon termasuk bahan pangan yang cepat rusak dan sangat sensitif terhadap suhu serta kebersihan lingkungan.
Para ahli keamanan pangan menegaskan: Tidak semua tren makanan di internet aman untuk ditiru, terutama yang berkaitan dengan bahan mentah seperti ikan dan daging.
Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk:
- Tidak meniru tutorial asal-asalan di TikTok
- Memastikan salmon dimasak atau diasapi hingga suhu aman
- Menggunakan alat steril dan suhu terkontrol
- Menghindari konsumsi pada ibu hamil dan orang berisiko tinggi
- Lebih baik membeli versi siap saji dari produsen terpercaya
Candied salmon mungkin terlihat cantik di layar ponsel, tetapi tanpa pengetahuan yang cukup, tren ini dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan.
Bijaklah dalam mengikuti tren makanan viral, karena yang terlihat estetik belum tentu aman dikonsumsi. (rani)
Editor : Ali Mustofa