Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tren Kukusan Real Food Viral di Media Sosial, Sarapan Sehat Kini Jadi Favorit

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 2 Desember 2025 | 21:49 WIB
Ilustrasi Real Food
Ilustrasi Real Food

RADAR KUDUS - Tren menyantap kukusan real food tengah ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.

Banyak pengguna membagikan momen sarapan mereka yang sederhana, namun menyehatkan, berupa aneka bahan alami seperti pisang kukus, singkong, ubi ungu, talas, hingga berbagai jenis polo pendem.

Kesederhanaan inilah yang justru menuai respons positif, terutama dari kalangan muda yang mulai sadar akan pentingnya pola makan lebih sehat.

Berbagai unggahan yang viral menampilkan menu kukusan sebagai pilihan sarapan yang ringan, mengenyangkan, serta tidak mengandung banyak minyak.

Tak jarang, makanan tersebut dipadukan dengan parutan kelapa, taburan gula merah, maupun sedikit madu untuk menambah cita rasa tanpa menghilangkan nilai alaminya.

Kukusan real food dinilai lebih ramah bagi tubuh karena proses memasaknya tidak melalui penggorengan dan tidak membutuhkan bahan tambahan berlebihan.

Hal ini membuat nutrisi di dalam bahan makanan tetap terjaga, sekaligus mengurangi asupan lemak jenuh dan kalori berlebih.

Inilah yang menjadikan kukusan semakin diminati oleh masyarakat yang ingin menjalani gaya hidup sehat.

Tak hanya di media sosial, tren ini juga mulai terlihat di kehidupan nyata.

Di berbagai kota, termasuk Jember, pedagang kukusan real food mulai marak dijumpai di pinggir jalan, khususnya di sekitar kampus, perkantoran, dan persimpangan strategis.

Kehadirannya bertepatan dengan jam berangkat kerja dan sekolah, membuat menu kukus menjadi pilihan praktis bagi para pekerja dan mahasiswa.

Banyak pembeli mengaku memilih kukusan karena mudah dibawa, tidak membuat enek, dan mampu memberi energi yang cukup untuk memulai aktivitas.

Selain itu, harganya yang terjangkau menjadi daya tarik tersendiri di tengah naiknya harga bahan pangan dan gaya hidup serba cepat.

Fenomena ini sekaligus menjadi bukti bahwa makanan tradisional masih memiliki tempat di era modern.

Di tengah gempuran makanan cepat saji dan tren kuliner luar negeri, masyarakat justru mulai kembali pada makanan lokal yang lebih alami, bernutrisi, dan ramah bagi kesehatan.

Jika tren ini terus berkembang, bukan tidak mungkin kukusan real food akan menjadi alternatif utama menu sarapan sehat di berbagai daerah.

Kesadaran akan pentingnya mengonsumsi makanan alami perlahan mulai tumbuh, dan kukusan tradisional menjadi simbol perubahan pola hidup masyarakat ke arah yang lebih baik.

Tren kukusan real food membuktikan bahwa pola makan sehat tidak harus mahal dan rumit.

Dengan kembali pada bahan-bahan alami yang diolah secara sederhana, masyarakat bisa mendapatkan sumber energi yang lebih aman, sehat, dan tetap lezat untuk menjalani aktivitas sehari-hari. (rani)

Editor : Ali Mustofa
#gaya hidup #realfood #kukusan #Makanan sehat