RADAR KUDUS - Minum teh telah menjadi tradisi turun-temurun dan bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia.
Hampir di setiap rumah makan hingga pedagang kaki lima, teh selalu tersedia dan dinikmati berbagai kalangan karena rasanya yang ringan, harga terjangkau, serta cocok dikonsumsi bersama hidangan apa pun.
Selain memberikan sensasi relaksasi dari aromanya, teh juga diketahui memiliki sejumlah manfaat kesehatan.
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa teh mampu membantu mencegah influenza, menurunkan kadar kolesterol, mendukung sistem sirkulasi, serta menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Namun, tanpa disadari, minum teh terutama saat menyantap makanan tertentu dapat berdampak buruk bagi tubuh, salah satunya meningkatkan risiko anemia—khususnya anemia defisiensi zat besi.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan! Minum Teh Setelah Makan Bisa Ganggu Pencernaan dan Serap Nutrisi Tubuh
Apa Itu Anemia Defisiensi Besi?
Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah normal, ditandai dengan berkurangnya kemampuan darah mengangkut oksigen.
Batas kadar Hb normal untuk pria yaitu di bawah 13,5 g/dl, sedangkan untuk perempuan di bawah 12 g/dl.
Salah satu jenis anemia yang paling sering ditemukan adalah Anemia Defisiensi Besi (ADB), yakni kondisi ketika tubuh kekurangan zat besi sehingga produksi sel darah merah terganggu.
Menurut laporan WHO dan beberapa survei kesehatan nasional, remaja—khususnya perempuan—merupakan kelompok yang paling rentan mengalami kondisi ini.
Faktor penyebabnya antara lain kurangnya asupan gizi seimbang, menstruasi, kehamilan, hingga pola makan yang tidak memperhatikan kandungan nutrisi.
Hubungan Teh dengan Risiko Anemia
Teh mengandung senyawa bernama tanin. Zat ini memiliki kemampuan mengikat zat besi dari makanan, terutama yang berasal dari bahan pangan nabati seperti sayuran hijau, biji-bijian, kacang-kacangan, serta beberapa produk hewani.
Jika teh dikonsumsi bersamaan dengan makanan sumber zat besi, proses penyerapan nutrisi tersebut menjadi tidak optimal.
Akibatnya, tubuh berpotensi mengalami kekurangan zat besi, yang dalam jangka panjang dapat memicu anemia.
Bagaimana Mencegahnya?
Untuk mengurangi risiko anemia akibat konsumsi teh, ada beberapa rekomendasi:
-
Hindari minum teh bersamaan dengan makan, terutama makanan tinggi zat besi.
-
Ganti dengan air putih atau jus yang kaya vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi.
-
Batasi konsumsi teh harian agar tidak berlebihan.
-
Perhatikan pola makan yang seimbang, terutama bagi remaja, perempuan, ibu hamil, dan menyusui.(laura)