Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

3 Tips Sarapan Ala Ade Rai, Sehat dan Penuh Gizi

Zakarias Fariury • Rabu, 26 November 2025 | 23:33 WIB
Ilustrasi smoothie bowl, sarapan yang menyehatkan
Ilustrasi smoothie bowl, sarapan yang menyehatkan

RADAR KUDUS -  Mantan atlet binaraga legendaris Indonesia, Ade Rai, konsisten membagikan panduan gaya hidup sehat, terutama mengenai pola makan, melalui media sosialnya.

Salah satu topik yang sering diulas adalah kebiasaan sarapan yang dianggap krusial untuk menjaga kebugaran tubuh.

Melalui akun TikTok resminya, Ade Rai (@aderai_ofc), pria kelahiran 1970 ini pernah membeberkan tiga opsi strategi sarapan yang dinilai paling efektif dan sehat.

Baca Juga: Benarkah Pemupukan Nitrogen Berlebihan Bisa Sebabkan Keracunan Pada Manusia? Begini Penjelasan Ilmiah

Tips ini berfokus pada pemanfaatan waktu sarapan sebagai momentum pembakaran lemak.

1. Water Fasting: Minuman Bebas Gula di Pagi Hari

Ade Rai merekomendasikan Water Fasting sebagai strategi terbaik untuk sarapan. Konsepnya sederhana: pada jam sarapan ideal, tubuh hanya mengonsumsi minuman tanpa kalori.

"Jadi pada saat jam sarapan, idealnya kita hanya konsumsi air putih, kopi, teh, atau cuka apel. Semuanya tanpa gula," jelas Ade Rai.

Pendekatan ini bertujuan untuk menunda asupan kalori dan gula, sehingga tubuh tetap berada dalam mode pembakaran lemak.

2. Fokus pada Protein dan Lemak, Hindari Karbohidrat

Bagi individu yang merasa tidak bisa melewati pagi tanpa asupan makanan padat, pemilik jaringan gym Rai Fitness ini menyarankan untuk memprioritaskan konsumsi sumber lemak dan protein murni.

"Tidak ada karbohidratnya," tegas Ade Rai.

Menu paling simpel dan dianjurkan adalah telur. Ia memberikan rekomendasi rasio konsumsi putih dan kuning telur, mulai dari 3 putih dan 1 kuning (rasio 3:1), 2:1, atau 1:1, menyesuaikan kebutuhan masing-masing.

Baca Juga: Benarkah Alpukat Bisa Membantu Menambah Berat Badan? Ini Faktanya

3. Opsi Ekstrem: Tidak Sarapan Sama Sekali

Ade Rai juga mengajukan opsi yang terbilang ekstrem namun logis bagi sebagian besar masyarakat urban: tidak perlu sarapan sama sekali.

Dalam sebuah podcast bersama Kemal Palevi (28/9), Ade Rai menjelaskan bahwa anjuran ini terutama berlaku bagi mereka yang memiliki kelebihan berat badan atau cadangan lemak tinggi.

"Tapi kebanyakan dari kita kan kegemukan. Hampir sebagian besar dari kita pasti punya cadangan lemak yang tinggi, yang mungkin lebih dari 10 bahkan 20 kilogram ke atas," katanya.

Menurutnya, melewatkan sarapan dapat memanfaatkan momentum alami pembakaran lemak (momen fasting).

"Nah, jadi otomatis kalau saya bilang saya mau menurunkan berat badan, dalam hal ini lemak, maka momentum persembahan zona bakar lemak setiap hari yang ada terus di depan mata, kenapa nggak kita manfaatkan?" ujar Ade Rai, merujuk pada momen tidak sarapan sebagai pemicu utama tubuh membakar lemak lebih banyak.

Sebagai alternatif bagi yang tidak bisa menahan lapar hingga siang, Ade Rai menyarankan untuk makan lebih siang atau mengatur jadwal berhenti makan lebih awal pada sore atau sebelum malam hari. (*)

Editor : Mahendra Aditya
#gaya hidup #diet #ade rai #sarapan #sarapan sehat