RADAR KUDUS - Gaya hidup yang kurang sehat semakin sering dikaitkan dengan meningkatnya berbagai penyakit kronis, termasuk kanker.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren mengejutkan muncul: kasus kanker pada anak muda Indonesia terus naik, terutama pada kelompok usia millennial dan Gen Z.
Menurut data pemerhati kesehatan onkologi di Indonesia, pola risiko kanker kini terlihat jelas berdasarkan jenis kelamin.
Pada kelompok laki-laki muda, **kanker paru** menjadi penyakit yang paling sering mengintai.
Sementara pada perempuan usia muda, **kanker payudara** masih mendominasi sebagai jenis kanker dengan kasus paling tinggi.
Salah satu faktor terbesar meningkatnya kanker paru pada pria muda adalah kebiasaan merokok sejak usia dini.
Banyak anak sudah mulai mencoba rokok saat masih duduk di bangku SD atau SMP.
Paparan jangka panjang terhadap zat kimia berbahaya dalam rokok—baik sebagai perokok aktif maupun pasif—meningkatkan potensi kerusakan sel yang akhirnya memicu kanker paru.
Paparan lebih dari satu dekade sudah cukup untuk membuat sel kanker mulai berkembang dalam tubuh.
Sementara itu, kanker payudara pada perempuan muda dipengaruhi oleh gaya hidup modern seperti kurang aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, hingga stres berkepanjangan.
Faktor hormonal dan riwayat keluarga juga dapat memperbesar risiko.
Fenomena meningkatnya kanker di usia produktif ini menjadi peringatan bahwa kanker bukan lagi penyakit yang hanya menyerang usia lanjut.
Gaya hidup yang tampak "sepele" di masa muda dapat meninggalkan dampak jangka panjang yang serius.
Untuk meminimalkan risiko, anak muda dianjurkan mulai memperhatikan pola hidup harian: menghindari rokok, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, membatasi konsumsi makanan olahan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala. Deteksi dini menjadi kunci penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Kenaikan kasus kanker pada generasi muda ini menunjukkan bahwa kesadaran akan kesehatan harus dibangun sejak awal.
Dengan perubahan gaya hidup sederhana, risiko kanker bisa ditekan dan masa depan tetap dapat dijalani dengan lebih sehat. (rani)
Editor : Ali Mustofa