RADARKUDUS - Banyak orang suka mandi air hangat, terutama saat cuaca dingin.
Namun kebiasaan ini bisa berisiko fatal jika dilakukan di ruangan tertutup dengan pemanas air berbahan bakar gas.
Kasus pasangan muda di Solok yang meninggal saat berbulan madu menjadi pengingat nyata. Mereka diduga keracunan gas karbon monoksida atau CO dari pemanas air LPG.
Gas karbon monoksida adalah gas beracun yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.
Gas ini muncul saat bahan bakar seperti gas, bensin, arang, atau kayu terbakar tidak sempurna, terutama jika ruangan tidak memiliki cukup udara segar.
Karena tidak bisa dilihat atau dicium, orang sering tidak sadar sedang menghirupnya.
Begitu masuk ke paru paru, gas CO mengikat hemoglobin dalam darah lebih kuat daripada oksigen.
Akibatnya, tubuh kekurangan oksigen meskipun masih bernapas normal.
Gejalanya sering dianggap sepele, seperti pusing, mual, lemas, atau mengantuk.
Dalam beberapa menit, seseorang bisa kehilangan kesadaran dan meninggal tanpa sempat menyadari bahaya yang terjadi.
Sumber gas CO tidak hanya dari pemanas air, tetapi juga dari kendaraan yang dinyalakan di garasi tertutup, kompor gas dengan api merah, atau pembakaran arang di dalam rumah.
Semua ini bisa menghasilkan gas beracun jika sirkulasi udara buruk.
Pencegahannya sederhana. Jangan pernah memasang pemanas air gas di dalam kamar mandi. Pastikan ruangan dengan alat berbahan bakar memiliki ventilasi atau exhaust fan.
Gunakan produk bersertifikat dan pasang detektor karbon monoksida untuk peringatan dini.
Jika merasa pusing atau mual saat mandi air hangat, segera keluar dan cari udara segar.
Gas ini tidak terlihat, tetapi bahayanya sangat nyata. Menjaga ventilasi dan memastikan alat gas terpasang dengan aman adalah langkah kecil yang bisa menyelamatkan nyawa.
Editor : Ali Mustofa