Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mendengarkan dan Bermain Musik Bisa Bantu Kurangi Risiko Demensia di Usia Tua

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 11 November 2025 | 23:11 WIB

Mendengarkan Musik
Mendengarkan Musik

RADAR KUDUS - Mendengarkan musik sering dianggap sebagai kegiatan santai atau hiburan yang menyenangkan.

Namun, di balik melodi yang menenangkan dan irama yang menghibur, ternyata musik juga punya manfaat besar untuk kesehatan otak.

Sebuah penelitian dari lembaga riset di Australia menemukan bahwa kebiasaan mendengarkan atau memainkan musik secara rutin dapat membantu menurunkan risiko demensia di usia lanjut.

Baca Juga: Sinopsis Pesugihan Sate Gagak: Horor Komedi Tentang Ambisi dan Harga Kekayaan Instan

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari sepuluh ribu orang lanjut usia berumur 70 tahun ke atas yang belum pernah didiagnosis demensia.

Para peserta diminta mengisi kuesioner tentang seberapa sering mereka mendengarkan musik, bermain alat musik, serta aktivitas sehari-hari lainnya.

Hasilnya cukup menarik. Mereka yang gemar mendengarkan musik memiliki kemungkinan 39 persen lebih rendah untuk terkena demensia dibandingkan yang jarang atau tidak mendengarkan musik sama sekali.

Selain itu, risiko gangguan kognitif ringan — seperti mudah lupa atau sulit fokus — juga menurun hingga 17 persen.

Musik ternyata tidak hanya menenangkan hati, tetapi juga menstimulasi berbagai bagian otak yang berhubungan dengan memori, perhatian, dan emosi.

Saat seseorang mendengarkan lagu, otak bekerja aktif mengenali melodi, ritme, dan lirik.

Aktivitas ini membuat sel-sel saraf di otak saling berkomunikasi lebih baik, sehingga membantu menjaga daya ingat dan kemampuan berpikir.

Baca Juga: Mengenal “Kalcer”: Gaya Hidup dan Identitas Baru Generasi Z di Era Digital

Manfaat serupa juga ditemukan pada mereka yang rutin bermain alat musik, seperti piano, gitar, atau biola.

Bermain musik membantu melatih koordinasi antara mata, telinga, dan tangan.

Selain itu, aktivitas ini melatih konsentrasi, memori, serta kemampuan untuk mengenali nada dan tempo.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang aktif bermain alat musik memiliki risiko demensia 35 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak.

Bagi yang melakukan keduanya — mendengarkan sekaligus bermain musik — manfaatnya semakin besar.

Baca Juga: Keluarga Somat Kembali Lewat Versi AI: “New Keluarga Somat” Siap Tayang Februari 2026

Risiko demensia dapat turun sekitar 33 persen, sedangkan gangguan kognitif non-demensia berkurang hingga 22 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa musik dapat menjadi “latihan otak” yang efektif dan menyenangkan.

Para peneliti menjelaskan, meskipun hubungan sebab-akibat belum bisa dipastikan sepenuhnya, data menunjukkan bahwa musik memiliki pengaruh positif terhadap fungsi otak.

Aktivitas ini bisa menjadi cara sederhana yang mudah diakses siapa pun, tanpa perlu biaya besar atau alat khusus.

Karena hingga kini belum ada obat pasti untuk menyembuhkan demensia, menjaga otak tetap aktif dan terstimulasi menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit tersebut.

Musik bisa menjadi pilihan terbaik — murah, menyenangkan, dan penuh manfaat.

Jadi, mendengarkan lagu favorit atau memainkan alat musik bukan hanya soal hiburan, tetapi juga cara alami untuk menjaga kesehatan otak.

Dengan meluangkan waktu setiap hari untuk menikmati musik, kita tidak hanya menenangkan pikiran, tapi juga membantu otak tetap tajam hingga usia senja. (rani)

Editor : Ali Mustofa
#lifestyle #kesehatan #musik #kebiasaan #dimensia