RADAR KUDUS - Kotoran cicak sering ditemukan menempel di dinding, pojok lemari, hingga belakang pigura.
Uniknya, kotoran tersebut biasanya memiliki dua warna, yaitu hitam dan putih. Banyak orang bertanya-tanya, kenapa ada bagian putih pada kotoran cicak?
Secara ilmiah, cicak termasuk hewan yang tidak mengeluarkan urine secara terpisah seperti mamalia. Sistem pencernaan dan pembuangan cairan pada cicak bekerja berbeda.
Bagian hitam pada kotoran cicak adalah sisa pencernaan dari makanan yang dimakan, seperti nyamuk, semut, atau serangga kecil lainnya. Teksturnya pekat dan berbentuk seperti butiran kecil.
Sementara itu, bagian putih adalah asam urat (uric acid), yaitu bentuk pembuangan sisa cairan tubuh cicak.
Karena cicak harus berhemat air, mereka mengeluarkan sisa cairan tubuh dalam bentuk kristal padat, bukan dalam bentuk cair seperti urine manusia atau hewan lain.
Inilah alasan kenapa kotoran cicak memiliki dua warna yang jelas:
Hitam: sisa makanan
Putih: endapan asam urat (pengganti urine)
Selain mudah menempel di dinding, kotoran cicak juga sebaiknya dibersihkan dengan hati-hati, karena dapat mengandung bakteri yang berpotensi menimbulkan penyakit jika terkena makanan atau tangan yang tidak dicuci.
Untuk mencegah cicak sering masuk ke rumah, beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain; Menjaga ruangan tetap terang dan bersih; Mengurangi hama kecil seperti nyamuk dan semut; Menggunakan aroma yang tidak disukai cicak, seperti kopi atau kulit telur kering; Menutup celah atau ventilasi yang menjadi tempat masuk.
Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, kita bisa menjaga area rumah tetap bersih dan sehat. (*)
Editor : Mahendra Aditya