Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rebusan Jahe dan Sereh, Bisa Obati Stroke dan Kolesterol Tapi Ada Syaratnya!

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 7 Oktober 2025 | 15:01 WIB
Foto Wedang Jahe: Nay
Foto Wedang Jahe: Nay

RADAR KUDUS — Tren kembali ke alam semakin kuat di era modern.

Masyarakat kini mulai meninggalkan obat kimia dan melirik kembali rempah nusantara yang sejak dulu jadi warisan leluhur.

Salah satu ramuan paling populer yang kini banyak dicari adalah rebusan jahe dan sereh.

Dua bahan dapur sederhana itu ternyata menyimpan keajaiban bagi tubuh. Campurannya bisa menghangatkan badan, memperlancar peredaran darah, bahkan membantu menurunkan kolesterol dan gula darah.

Namun di balik segudang manfaatnya, ada satu hal penting yang sering diabaikan banyak orang: aturan dan batas aman konsumsi.

Minum rebusan jahe dan sereh memang sehat, tapi kalau berlebihan—bisa menimbulkan efek yang justru berbahaya.

Rahasia Kandungan Aktif Jahe dan Sereh

Kedua tanaman herbal ini bukan sekadar penyedap makanan. Di balik aromanya yang khas, tersimpan senyawa bioaktif dengan efek terapeutik yang kuat.

Jahe (Zingiber officinale) mengandung gingerol, shogaol, paradol, dan minyak atsiri. Senyawa ini berfungsi sebagai antiinflamasi, antibakteri, serta membantu mengencerkan darah.

Sereh (Cymbopogon citratus) mengandung citral, limonene, dan flavonoid, yang berperan sebagai antioksidan alami dan diuretik.


Kombinasi keduanya menciptakan sinergi yang membuat rebusan jahe-sereh dianggap sebagai obat alami multifungsi.

1. Menurunkan Risiko Stroke dan Serangan Jantung

Salah satu manfaat utama dari rebusan ini adalah kemampuannya mencegah penggumpalan darah. Senyawa gingerol dalam jahe dapat menghambat produksi tromboxane, zat yang memicu terbentuknya bekuan darah di pembuluh.

Darah yang terlalu kental bisa meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung koroner. Dengan mengonsumsi rebusan jahe dan sereh secara rutin—dalam batas wajar—sirkulasi darah menjadi lebih lancar, tekanan darah stabil, dan pembuluh darah tetap elastis.

Tapi perlu diingat: minuman ini bukan pengganti obat pengencer darah. Ia hanya pelengkap alami untuk menjaga fungsi jantung tetap optimal.

2. Meredakan Nyeri Haid Secara Alami

Bagi banyak perempuan, masa menstruasi identik dengan rasa nyeri tak tertahankan. Di sinilah rebusan jahe dan sereh bisa jadi penolong alami.

Kandungan shogaol dan paradol dalam jahe berfungsi mirip obat ibuprofen, menekan rasa sakit dan mengurangi peradangan di sekitar rahim. Sedangkan sereh memiliki efek emmenagogue—yaitu merangsang kelancaran aliran menstruasi.

Dengan minum segelas rebusan hangat sebelum tidur, nyeri kram perut bisa berkurang tanpa harus bergantung pada obat kimia. Namun bagi yang memiliki riwayat maag, sebaiknya konsumsi dalam dosis ringan agar tidak menimbulkan perih di lambung.

3. Mengontrol Kolesterol dan Lemak Jahat

Jahe dan sereh sama-sama dikenal sebagai musuh alami kolesterol. Sebuah studi menunjukkan, konsumsi 5 gram jahe per hari selama tiga bulan mampu menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat) hingga 17%.

Sementara itu, ekstrak sereh membantu mencegah penyerapan kolesterol di usus. Efeknya, kadar lemak dalam darah tetap seimbang dan risiko penyumbatan pembuluh berkurang.

Namun, setiap tubuh bereaksi berbeda. Itulah sebabnya para ahli menekankan pentingnya konsultasi medis sebelum menjadikan minuman herbal ini sebagai terapi pendamping.

4. Menstabilkan Gula Darah dan Tekanan Darah

Bagi penderita diabetes ringan, rebusan jahe dan sereh bisa menjadi teman sehat harian. Jahe memiliki kemampuan menekan enzim pemecah karbohidrat, sehingga tubuh lebih mudah mengatur kadar glukosa.

Selain itu, gingerol juga membantu otot menyerap glukosa lebih cepat tanpa perlu memproduksi insulin berlebih.

Di sisi lain, teh sereh dikenal dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan menenangkan detak jantung. Efek menenangkan ini membuat tubuh lebih rileks, cocok dikonsumsi saat sore atau menjelang malam hari.

Namun, jangan minum secara berlebihan karena justru bisa menyebabkan tekanan darah terlalu rendah dan tubuh terasa lemas.

5. Membersihkan Tubuh Lewat Efek Diuretik Alami

Sereh memiliki sifat diuretik, artinya dapat meningkatkan produksi urine. Bagi sebagian orang, efek ini terlihat dari seringnya buang air kecil setelah minum rebusan sereh.

Meski terdengar sepele, proses ini membantu tubuh membuang kelebihan natrium dan racun dari ginjal.

Efeknya, tubuh terasa lebih ringan, perut tidak buncit karena retensi air, dan tekanan darah ikut menurun.

Tapi tetap hati-hati. Bagi penderita gangguan ginjal atau dehidrasi, konsumsi berlebihan bisa memperburuk kondisi karena kehilangan elektrolit penting.

Cara Membuat Rebusan Jahe dan Sereh yang Benar

Membuatnya sebenarnya mudah, tapi hasilnya akan maksimal jika bahan dan takaran digunakan dengan tepat.
Berikut resep sederhana yang disarankan oleh ahli herbal modern:

Bahan:

1 liter air

7 batang sereh, ambil bagian putih dan memarkan

5 rimpang jahe ukuran sedang, dibakar dan dimemarkan

Gula aren atau madu secukupnya (opsional)


Langkah:

1. Rebus air hingga mendidih.


2. Masukkan jahe dan sereh, biarkan mendidih selama 10–15 menit.


3. Tambahkan gula aren, aduk hingga larut.


4. Saring dan sajikan hangat.

 

Minuman ini paling baik dikonsumsi pagi hari sebelum sarapan atau malam hari sebelum tidur.

Aturan Konsumsi dan Batas Aman

Sampai saat ini, belum ada ketentuan medis baku tentang dosis pasti rebusan jahe dan sereh. Namun menurut WebMD, konsumsi jahe antara 0,5–3 gram per hari tergolong aman untuk orang dewasa selama tidak lebih dari 12 minggu berturut-turut.

Untuk sereh, disarankan tidak lebih dari dua cangkir per hari. Jika baru pertama kali mencoba, mulai dari satu gelas kecil dan perhatikan reaksi tubuh.

Jika muncul gejala seperti panas di dada, pusing, atau kembung—segera hentikan dan konsultasikan ke tenaga medis.

Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Meski berasal dari bahan alami, bukan berarti bebas risiko. Beberapa efek samping yang mungkin muncul antara lain:

- Sensasi panas di dada atau perut

- Kembung dan gas berlebih

- Kantuk setelah konsumsi

- Frekuensi buang air kecil meningkat

- Interaksi dengan obat pengencer darah atau antidiabetes


Khusus untuk ibu hamil, menyusui, atau penderita penyakit kronis, sangat disarankan berkonsultasi sebelum menjadikan rebusan ini sebagai minuman rutin.

National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) juga mencatat bahwa jahe dapat mempengaruhi efektivitas obat-obatan tertentu seperti insulin dan aspirin.

Antara Khasiat dan Kesadaran: Gunakan dengan Bijak

Minuman herbal memang menyehatkan, tapi tak bisa dijadikan satu-satunya terapi. Rebusan jahe dan sereh akan bekerja maksimal jika dibarengi dengan pola makan sehat, tidur cukup, serta olahraga teratur.

Alih-alih mencari “jalan pintas” lewat rebusan herbal, sebaiknya gunakan minuman ini sebagai penunjang keseimbangan tubuh — bukan pengganti pengobatan medis.

Khasiat Alami, Tapi Tetap Perlu Ilmu

Rebusan jahe dan sereh memang luar biasa. Ia mampu:

- Menurunkan risiko stroke

- Mengurangi nyeri haid

- Mengontrol kolesterol

- Menstabilkan gula darah

- Dan membersihkan tubuh lewat efek diuretik


Namun, sebagaimana semua hal dalam hidup, yang berlebihan justru bisa berbahaya.
Nikmati rebusan jahe dan sereh secukupnya, pahami batas tubuhmu, dan jangan tergoda “minum terus biar makin sehat.”

Herbal bukan sekadar tradisi — ia adalah sains yang perlu dipahami dengan kesadaran dan tanggung jawab.

Editor : Mahendra Aditya
#Manfaat rebusan jahe dan sereh #jahe #rebusan jahe sereh #Wedang jahe #Cara membuat rebusan jahe sereh #sereh