RADAR KUDUS - Daging ayam telah menjadi salah satu sumber protein hewani yang paling digemari secara global.
Selain harganya yang ramah di kantong dan mudah diolah dalam berbagai jenis masakan, kandungan gizinya yang tinggi juga menjadikannya pilihan utama di banyak negara.
Mulai dari ayam goreng, panggang, hingga sup dan semur, olahan ayam selalu hadir dalam tradisi kuliner berbagai bangsa.
Meskipun kandungan proteinnya sedikit di bawah daging merah, daging ayam punya keunggulan berupa rendahnya lemak jenuh.
Ditambah lagi, ayam mengandung asam amino esensial serta nutrisi penting seperti zat besi, kalium, dan zinc.
Menurut laporan Tasting Table (08/07/2025) dan data dari Poultry World, konsumsi ayam global pada tahun 2021 tercatat mencapai 120 juta ton.
Dan diperkirakan akan meningkat jadi 180 juta ton pada tahun 2050. Berikut adalah lima negara dengan konsumsi daging ayam terbanyak:
1. China – 24.436 kiloton
Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak, China menduduki peringkat pertama dalam konsumsi ayam dunia.
Di sana, ayam bukan sekadar bahan makanan sehari-hari, tapi juga memiliki nilai simbolis, seperti lambang keberuntungan dan kebersamaan.
Hidangan ayam utuh biasa disajikan dalam upacara tradisional dan persembahan leluhur.
Masyarakat China juga memanfaatkan hampir seluruh bagian ayam, termasuk kepala dan ceker, yang diolah menjadi sajian seperti ayam kung pao dan ayam goreng ala Sichuan.
2. Amerika Serikat – 18.111 kiloton
Di urutan kedua ada Amerika Serikat, di mana ayam menjadi daging paling populer, melampaui konsumsi daging sapi.
Budaya makanan cepat saji seperti chicken nuggets, sayap ayam BBQ, dan sandwich ayam sangat melekat di masyarakatnya.
Banyak restoran besar, seperti KFC dan Chick-fil-A, menjadikan ayam sebagai menu andalan.
Bahkan kini tersedia variasi menu ayam yang lebih sehat, seiring meningkatnya kesadaran nutrisi.
3. Brasil – 10.131 kiloton
Brasil tak hanya dikenal sebagai konsumen besar daging ayam, tapi juga sebagai pengekspor ayam terbesar di dunia.
Di dalam negeri, ayam menjadi bagian penting dalam kuliner tradisional seperti galinhada dan tempero baiano.
Pertumbuhan konsumsi ayam juga dipacu oleh gaya hidup urban dan meningkatnya popularitas makanan cepat saji.
Street food seperti coxinha (kroket ayam) juga sangat digemari.
4. Rusia – 4.953 kiloton
Ayam menjadi sumber protein utama di Rusia berkat harganya yang terjangkau dan distribusinya yang merata.
Negara ini juga mengalami pertumbuhan signifikan dalam produksi dan ekspor ayam, terutama ke China dan Arab Saudi.
Masakan khas Rusia seperti borscht ayam, stroganoff ayam, dan salad Olivier membuktikan bagaimana ayam telah menyatu dengan budaya kuliner lokal.
5. Meksiko – 4.950 kiloton
Meski sedikit di bawah Rusia dalam angka konsumsi, peran ayam dalam kuliner Meksiko sangat besar.
Ayam menjadi isian utama berbagai makanan khas seperti taco, tinga (ayam suwir dengan saus tomat dan cabai), serta chili verde.
Dengan jumlah penduduk yang lebih kecil, tingginya angka konsumsi menunjukkan pentingnya ayam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Meksiko. (Octa Afriana A)
Editor : Ali Mustofa