RADAR KUDUS - Siapa sangka, solusi untuk kulit merah, perih, dan mengelupas akibat terbakar matahari bisa Anda temukan di dapur sendiri?
Berkat viralnya tren TikTok yang menampilkan trik-trik alami menyembuhkan sunburn—bukan hanya sekadar mitos belaka—para dokter kulit pun angkat bicara.
Dan mengejutkan, mereka mendukungnya!
Salah satu video yang paling mencuri perhatian adalah dari pengguna TikTok @tabu.kina yang menggosokkan kulit pisang ke wajahnya yang terbakar sinar matahari.
Hasilnya? "Langsung adem dan nyerinya hilang," tulisnya. Meski terdengar aneh, ternyata kulit pisang memang mengandung protein dan senyawa antiinflamasi yang juga ada pada gel pendingin seperti aloe vera.
Tapi bukan cuma itu. Berikut ini tujuh bahan alami yang sudah dibuktikan mampu meredakan iritasi kulit akibat paparan sinar matahari berlebih. Bonusnya? Semua bisa ditemukan di kulkas atau dapur rumah Anda.
1. Susu dan Produk Olahan Susu: Rahasia Lembut yang Menenangkan
Susu ternyata bukan hanya baik untuk tulang, tetapi juga untuk kulit terbakar. Menurut dr. Toral Vaidya dari Weill Cornell, protein dan asam laktat dalam susu membantu memperbaiki lapisan kulit dan mengurangi rasa perih. Rendam handuk di susu dingin lalu kompreskan pada area terbakar.
Tak hanya susu sapi, susu nabati seperti oat, almond, atau kelapa juga punya khasiatnya sendiri.
Susu kelapa mengandung asam laurat yang membantu regenerasi kulit, sementara susu kedelai kaya akan antioksidan dan lemak sehat yang bisa menenangkan kulit yang meradang.
2. Teh Hijau: Minuman Anti-Penuaan yang Melawan Sunburn
Kandungan antioksidan tinggi dalam teh hijau bukan hanya membantu melawan penuaan dini, tapi juga meredakan peradangan akibat sinar UV.
Teh hijau meningkatkan produksi kolagen dan melindungi kulit dari kerusakan lebih lanjut.
Cara pakainya simpel: seduh teh hijau, diamkan hingga dingin, lalu kompres dengan kapas pada area yang terbakar.
Atau, masukkan kantong teh ke dalam air mandi hangat dan gunakan untuk berendam selama 20–30 menit.
3. Oatmeal: Penyelamat Kulit dari Dapur
Oatmeal mengandung senyawa antiinflamasi alami yang dapat memperbaiki lapisan pelindung kulit.
Kolokial oatmeal (oat yang dihaluskan menjadi bubuk) bisa digunakan sebagai masker atau dicampur ke dalam air hangat untuk mandi.
Bagi yang tidak punya kolokial oatmeal, cukup haluskan oatmeal biasa dengan blender lalu campur dengan air. Oleskan ke area kulit atau gunakan sebagai bahan mandi relaksasi.
4. Madu Murni: Antiseptik Alami Pereda Luka Ringan
Madu mentah mengandung antioksidan dan zat antiseptik yang membantu mencegah infeksi serta mempercepat regenerasi kulit.
Oleskan madu pada kulit bersih selama 10-15 menit lalu bilas dengan air hangat.
Menurut dr. Joshua Zeichner dari Mount Sinai Hospital, madu merangsang produksi hidrogen peroksida secara alami yang membuatnya efektif sebagai penyembuh luka dan iritasi ringan.
5. Mentimun: Pendingin Alami Favorit di Dunia Kosmetik
Mentimun memang identik dengan perawatan kulit, terutama untuk mata sembab.
Tapi manfaatnya jauh lebih luas: kandungan air dan vitamin dalam mentimun mampu melembapkan, mendinginkan, dan mengurangi bengkak pada kulit terbakar.
Potong mentimun tipis-tipis, dinginkan di kulkas, lalu tempelkan di area yang perih selama 10–15 menit.
6. Putih Telur: Sumber Protein Tinggi untuk Perbaikan Kulit
Putih telur bukan hanya makanan sehat, tapi juga bisa digunakan untuk mengatasi luka bakar ringan.
Kandungan protein dan kolagen alaminya membantu mempercepat penyembuhan kulit dan menjaga kelembapan.
Aplikasikan lapisan tipis putih telur di area yang terkena sunburn, biarkan kering, lalu bilas perlahan. Namun, pastikan kondisi sunburn tidak parah dan kulit tidak mengalami luka terbuka.
7. Kulit Pisang: Trik Viral yang Didukung Sains
Kembali ke tren TikTok: kulit pisang ternyata mengandung antioksidan dan senyawa antiinflamasi yang mampu meredakan iritasi dan perih.
Cukup gosokkan kulit pisang bagian dalam ke kulit terbakar selama beberapa menit, lalu bilas lembut.
Kapan Harus ke Dokter?
Meski solusi alami ini cukup efektif untuk sunburn ringan, penting untuk waspada.
Jika Anda mengalami gejala seperti demam tinggi, mual, muntah, menggigil, atau muncul lepuh besar, segera konsultasikan ke rumah sakit.
Kulit terbakar matahari yang parah bisa memicu infeksi serius bahkan dehidrasi berat.
Editor : Mahendra Aditya