RADAR KUDUS - Pernah merasa cepat lapar meskipun baru selesai makan? Atau tiba-tiba merasa sangat mengantuk setelah meneguk segelas es teh manis?
Bisa jadi, itu merupakan dampak dari asupan gula yang berlebihan, yang tanpa disadari bisa memengaruhi energi, suasana hati, bahkan kesehatan secara menyeluruh.
Mengurangi gula bukan berarti kamu harus benar-benar menghindari rasa manis dalam hidup.
Baca Juga: 6 Jenis Protein Berbasis Tanaman Paling Bernutrisi, Bukan Hanya Tahu dan Tempe
Tujuan utamanya adalah meminimalkan atau menghindari konsumsi pemanis tambahan (seperti gula pasir, sirup, atau pemanis buatan dalam produk olahan), agar tubuh dapat kembali bekerja secara optimal dan seimbang.
Berikut ini adalah beberapa langkah praktis yang mudah diterapkan, bahkan bagi pemula.
Disarikan dari Journal of Clinical and Translational Research serta National Institutes of Health (NIH):
1. Pahami Apa Itu Gula Tambahan
Gula tambahan tidak hanya yang kamu tuangkan sendiri ke dalam teh atau kopi.
Banyak makanan kemasan dan minuman manis mengandung pemanis tersembunyi seperti fruktosa, glukosa, sukrosa, maltosa, atau sirup jagung tinggi fruktosa.
Berdasarkan sejumlah penelitian, konsumsi pemanis buatan ini bisa memicu peradangan kronis dalam tubuh, yang berkontribusi terhadap penuaan dini dan gangguan metabolisme.
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Jadwal Konser Menarik di PRJ 2025 Hari Ini, Ada Slank hingga JKT 48
2. Batasi Makanan Olahan
Produk seperti roti putih, sereal manis, biskuit, saus instan, dan snack ringan sering kali mengandung kadar gula yang tinggi, meskipun rasanya tidak manis.
Mengganti makanan tersebut dengan bahan segar atau makanan rumahan dapat membantu mengontrol asupan gula harian secara lebih baik.
3. Kurangi Minuman Bergula, Secara Bertahap
Minuman kemasan merupakan salah satu sumber gula terbesar dalam pola makan saat ini. Satu botol minuman manis bisa mengandung 7 sampai 10 sendok teh gula.
Studi dari NIH juga menunjukkan bahwa asupan gula yang tinggi dapat menurunkan kemampuan berpikir jernih dan daya ingat, terutama jika dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka panjang.
4. Pilih Manis Alami dari Buah
Masih ingin rasa manis? Buah-buahan seperti pisang, apel, kurma, atau mangga tetap bisa dikonsumsi.
Manisnya berasal dari gula alami yang disertai serat dan nutrisi penting lainnya, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secepat gula buatan.
5. Tingkatkan Asupan Serat dan Protein
Gula cepat dicerna sehingga membuat kita lebih cepat merasa lapar.
Sebaliknya, makanan yang mengandung serat dan protein akan membuat tubuh kenyang lebih lama serta membantu mengendalikan keinginan untuk ngemil makanan manis.
6. Lakukan Secara Bertahap
Menghentikan konsumsi gula secara tiba-tiba bisa membuat tubuh kaget, memicu sakit kepala, suasana hati yang buruk, dan keinginan makan manis yang berlebihan.
Lebih baik, lakukan pengurangan secara perlahan agar tubuh bisa menyesuaikan diri dengan lebih nyaman.
7. Sadari Hubungan Emosi dan Keinginan Makan Manis
Sering kali, orang mengonsumsi makanan manis bukan karena lapar, melainkan karena stres, bosan, atau kelelahan.
Penting untuk membedakan antara rasa lapar yang sebenarnya dengan keinginan emosional.
Saat merasa ingin ngemil manis, coba tunda selama 15 menit dan lakukan aktivitas lain seperti berjalan kaki, minum air putih, atau berbicara dengan teman. Biasanya, rasa ingin tersebut akan mereda.
Mengurangi konsumsi gula bukan soal larangan yang ketat, tetapi lebih kepada kesadaran diri dan pengendalian kebiasaan.
Kamu tetap bisa menikmati hidup dengan lebih ringan—baik secara fisik maupun mental—dengan suasana hati yang lebih stabil dan kualitas tidur yang meningkat.
Mulailah dari perubahan kecil hari ini. Besok, tambahkan satu langkah lagi.
Dalam hitungan minggu, kamu mungkin akan terkejut sendiri: ternyata hidup tanpa kelebihan gula tidaklah sesulit yang dibayangkan, dan justru membuat ketagihan karena manfaat sehatnya begitu terasa. (Octa Afriana A)
Editor : Ali Mustofa