RADAR KUDUS - Penyemprotan insektisida atau fogging kerap dianggap sebagai langkah utama dalam mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).
Namun, persepsi ini perlu diluruskan mengingat fogging sebenarnya bukan metode pencegahan utama.
Fogging memang dapat mematikan nyamuk dewasa pembawa virus, namun tidak efektif dalam memberantas jentik-jentik nyamuk yang menjadi sumber awal penyebaran.
Baca Juga: Angkak Bisa Bantu Naikkan Trombosit saat DBD, Tapi Ada Risiko yang Perlu Diwaspadai
Jika dilakukan secara sembarangan atau tanpa memenuhi standar yang ditetapkan, penggunaan insektisida justru berpotensi menimbulkan resistensi pada nyamuk Aedes aegypti, sehingga menurunkan efektivitas pengendalian.
Penanganan DBD memerlukan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.
Salah satu langkah paling efektif dalam pencegahan adalah melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan secara rutin dan menyeluruh di lingkungan tempat tinggal.
Praktik 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan, menjadi metode pencegahan yang terbukti ampuh dan berkelanjutan.
Pengendalian nyamuk tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan sinergi dari masyarakat.
Baca Juga: 15 Pilihan Makanan yang Bisa Bantu Naikkan Trombosit Akibat Demam Berdarah dan Mudah Diperoleh
Lingkungan yang bersih dan bebas dari tempat-tempat genangan air akan menghambat siklus hidup nyamuk penyebar virus DBD.
Fogging sebaiknya hanya digunakan sebagai langkah penanganan darurat saat ditemukan kasus DBD, bukan sebagai strategi utama dalam mencegah penyakit ini.
Meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat menjadi fondasi penting dalam menekan angka penyebaran DBD.
Upaya kolektif ini tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga mendukung kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Editor : Mahendra Aditya