RADAR KUDUS - Kesehatan mental bagi sebagian orang mungkin mereka menganggapnya sebagai hal remeh. Namun, jika terus dibiarkan akan menjadi masalah yang serius.
Salah satunya yaitu gangguan kepribadian narsistik atau NPD. Orang yang memiliki gangguan tersebut selalu ingin menjadi pusat perhatian dan memiliki sifat egois.
Jika hal tersebut terus berlanjut maka bisa saja berpengaruh dalam lingkungan sosialnya.
Apa Sih Gangguan Kepribadian Narsistik Itu?
Narcissistic Personality Disorder (NPD) merupakan jenis gangguan mental yang menjadikan seseorang menganggap dirinya lebih baik dari orang lain hingga memiliki sifat egois jika dirinya harus dikagumi, dicintai dan harus dibanggakan.
Orang NPD ini dikritik akan jauh lebih sensitif terhadap sebuah kritikan.
Orang dengan gangguan kepribadian narsistik cenderung memiliki rasa empati yang sangat rendah kepada orang lain.
Rasa percaya diri itu berbeda dengan narsistik, rasa kepercayaan diri lebih berbentuk kepada hal positif yang terbentuk berdasarkan kualitas idir ataupun pencapaian sedangkan narsistik itu didasari oleh ketakutan apabila orang lain melihat kelemahan dirinya.
Nah, jika orang yang mengalami NPD ini akan lebih mudah mengalami depresi saat menerima kritikan dari orang lain.
Baca Juga: Kebanyakan Depresi karena Cinta, Bantu 400 ODGJ
Penyebab Penyakit Gangguan Kepribadian Narsistik
Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko gangguan kepribadian narsistik yaitu :
- Dari faktor neurobiologi, dimana hungan antara otak , perilaku dan pola pikir yang tak sesuai.
- bisa juga karena pola asuh yang tidak tepat seperti terlalu menuntut tinggi dan memanjakan secara berlebihan.
- memiliki trauma masa lalu.
- mempunyai keluarga dengan riwayat penyakit gangguan kepribadian narsistik.
- memiliki karakter bawaan yang mudah emosi
Berikut beberapa jenis gangguan kepribadian narsistik:
1. Narsistik Terselebung
Orang yang mengidap ini cenderung memiliki perilaku yang meyakini jika dirinya lebih baik dan unggul dari orang lain namun hanya disimpan dalam hati.
Gangguan kepribadian narsistik terselubung sering mementingkan diri sendiri, tidak memiliki empati dan selalu ingin diperhatikan.
Orang yang mengidap ganggaun jenis ini lebih mudah mengalami depresi.
2. Narsistik Prososial
Gangguan Kepribadian Narsistik Proposial ini akan selalu melakukan hal positif yang memiliki tujuan ini mendapatkan pengakuan dari orang lain.
3. Narsistik Tampak
Gangguan Kepribadian Narsistik Tampak ini cenderung memiliki sifat yang arogan, rasa percaya diri yang berlebihan, tidak mempunyai empati, dan suka mengintimidasi orang lain untuk kepentingannya.
Komplikasi Gangguan Kepribadian Narsistik
- Depresi
- Selalu ingin bunuh diri
- kecanduan alkohol
- kesulitan dalam kefokusan
- Anxiety
- Pengobatan Untuk Mengatasi Gangguan Kepribadian Narsistik
- Melakukan terapi wicara yaitu dengan membantunya dengan membangun komunikasi yang baik pada orang lain dan juga memberikan pemahaman mengenail dampak dari penyakit narsistik.
- Terapi perilaku kognitif, yaitu dengan membantu merubah sikap yang buruk menjadi lebih realistis.
- Memberikan obat antidepresan, antimania dan antipsikotik.
- mempelajari pola asuh yang benar atau mengikuti kelas parenting.
- segera menjalani pengobatan jika mengalami gangguan mental yang sudah muncul sejak awal. (Fadila Noor)
Editor : Ali Mustofa