RADAR KUDUS - Kasus penyiraman air keras yang menimpa Agus Salim terus menarik perhatian publik.
Setelah berdamai dan uang donasi dikelola yayasan, pihak Agus Salim dan keluarga kini justru melaporkan Pratiwi Noviyanthi atau Novi ke polisi.
Padahal sebelumnya Novi telah membantu Agus Salim dan mencarikan donasi untuk pengobatan Agus.
Agus Salim yang awalnya menerima uang donasi dialihkan ke yayasan, tiba-tiba kecewa dengan Novi. Agus yang didampingi Farhat Abbas malah melaporkan Novi ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Sebelum kasus ini viral hingga membuat netizen geram, Agus Salim adalah korban penyiraman air keras oleh karyawan magang yang bekerja kafe.
Bahaya Air Keras
Meski dekat dengan manusia di kehidupan sehari-hari, nyatanya air keras adalah benda yang sangat berbahaya.
Air keras bisa kita temukan dalam asam sulfat yang digunakan untuk menghidupkan aki kendaraan dan air raksa dalam thermometer.
Kasus penyiraman dengan air keras juga pernah dialami oleh penyidik KPK Novel Badwedan pada beberapa tahun silam.
Kasus penyiraman itu menjadi populer dan menjadi peringatan bagi yang tidak hati-hati terhadap air keras.
Melansir dari Klikdokter, air keras yang mengenai kulit bisa menimbulkan kerusakan jaringan kulit.
"Luka bakar yang ditimbulkan air keras akan menyebabkan kulit meleleh. Padahal kulit berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap dunia luar. Bila pertahanan tubuh terluar ini rusak, maka risiko infeksi akan meningkat,” kata dr. Theresia dari Klikdokter.
Selain itu, infeksi yang terjadi pada penderita luka bakar yang cukup parah dapat menyebabkan kematian.
Tak hanya bersifat merusak kulit saat tersentuh, menghirup larutannya bisa berbahaya.
Melansir dari gooddoctor.id, ada sejumlah dampak buruk yang bisa ditimbulkan akibat tak sengaja menghirup air keras:
1. Perubahan warna menjadi biru pada kulit, bibir, dan kuku
2. Pusing
3. Sulit bernapas
4. Nyeri dada disertai sesak
5. Tersedak
6. Batuk-batuk, bisa disertai darah
7. Penurunan tekanan darah
8. Denyut nadi menjadi lebih cepat.
9. Tubuh seketika menjadi lemas
Baca Juga: Jangan Panik, Apa Sih Bedanya Mpox dengan Cacar Air? Simak Bagaimana Penularan dan Cara Penularannya
Kronologi Kasus
Kasus bermula ketika Agus berboncengan mengendarai sepeda motor pada Minggu (1/9/2024).
Ketika itu Agus tampak dibuntuti oleh dua orang pelaku yang juga berboncengan motor.
Pelaku lantas memepet korban dan seketika menyiramkan cairan diduga air keras ke arah wajah Agus Salim.
Kedua pelaku langsung memutar balik kendaraan dan tancap gas meninggalkan lokasi.
Sementara itu, korban terlihat turun dari motornya dengan kondisi tubuh yang berasap lantaran diduga terkena air keras.
Korban tampak mengusap mukanya sembari meringis kesakitan meminta bantuan warga sekitar.
Warga pun berjibaku mengambil ember berisikan air lalu menyiramkannya ke korban. Korban tampak tergeletak tak berdaya kesakitan lantaran peristiwa yang terjadi.
Kejadian dipicu lantaran ketika Agus Salim bekerja di sebuah kafe di Jakarta terlibat konflik dengan teman kerjanya yakni Aji yang diduga merasa sakit hati usai ditegur Agus.
Bermula ketika Agus dan istri mengurus kafe. Agus yang berperan sebagai pemimpin di kafe, menegur Aji yang saat itu masih menjalani masa pelatihan alias magang.
“Permasalahannya sepele, jadi ada pelanggan yang order. Dia kan masih baru satu pekan lebih kerja, cuma anaknya agak berani apa yang dibilangin,” katanya.
Agus mengatakan waktu itu ada pelanggan memesan menu. Namun pelaku tidak mencatat makanan itu di awal. Sehingga pelanggan mengajukan complaint karena makannya tidak kunjung datang. Saat Agus menegur pelaku.
Bukan mengakui kesalahan, pelaku malah mengancam Agus.
Baca Juga: Penting Bagi Orangtua, Cara Menjaga Kesehatan Mulut dan Gigi pada Anak, Berikut Tutorial dan Tipsnya
Editor : Noor Syafaatul Udhma