Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Waspada, Jika Anak Mengalami Gejala Berikut ini, Bisa Jadi Terkena Mpox, Cek Ciri-Cirinya

Samodra Dahliya • Kamis, 5 September 2024 | 04:29 WIB

 

Anak rawan terpapar Mpox karena daya tahan tubuhnya masih lemah
Anak rawan terpapar Mpox karena daya tahan tubuhnya masih lemah

RADAR KUDUS – Menurut data World Health Organization (WHO) anak-anak memiliki risiko lebih tinggi terkena Mpox dibandingkan orang dewasa.

Rasio kematian kasus Mpox pada anak di bawah usia satu tahun menurut data WHO mencapai angka 8,6 persen. 

Angka ini lebih tinggi dibandingkan kematian pasien berusia 15 tahun ke atas, yakni 2,4 persen.

Mengutip dari Save The Children, Anak lebih mudah tertular dikarenakan sistem kekebalan tubuhnya masih lemah.

Baca Juga: Simak Baik-Baik! Begini Tips Menghadapi Mpox, juga Makanan Apa Saja yang Ampuh Mengurangi Dampaknya

Berikut adalah beberapa gejala  virus cacar monyet alis Mpox yang perlu diwaspadai.

Anak mudah tertular Mpox apabila terjadi kontak atau dekat dengan penderita cacar monyet.

Virus cacar monyet bisa menular di rumah melalui saudara kandung, orang tua, pengasuh, atau anggota keluarga lainnya.

Pada saat bermain dengan teman-teman di sekolah, anak-anak juga mudah tertular Mpox karena pada saat main melakukan kontak fisik.

Biasanya, anak yang terpapar virus Mpox kurang cepat terdiagnosis dan mendapat pengobatan. Sebab, gejala yang muncul lebih mirip penyakit umum pada anak-anak. Seperti menderita kudis dan cacar air biasa.

Baca Juga: Jangan Panik, Apa Sih Bedanya Mpox dengan Cacar Air? Simak Bagaimana Penularan dan Cara Penularannya

Lalu, apa yang perlu dilakukan saat si kecil mengalami gejala terpapar Mpox?

Dalam web Kemenkes, anak-anak bisa terkena mpox jika memiliki kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi mpox. 

Hal pertama yang perlu dilakukan saat mengetahui anak memiliki gejala mpox adalah melakukan ke fasilitas layanan kesehatan. 

Oleh petugas kesehatan akan dibantu melakukan pemeriksaan dan perawatan secara intensif.

Mpox dapat menyebabkan berbagai tanda dan gejala. 

Gejala yang dialami oleh masing-masing orang berbeda-beda. Sebagian besar orang bisa mengalami gejala ringan sedangkan yang lain mungkin mengalami gejala yang lebih berat serta memerlukan perawatan.

Gejala umum pada Mpox biasanya penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit punggung dan lemas.

Ada juga yang mengalami pembengkakan kelenjar getah bening (di leher, ketiak atau selangkangan), serta ruam atau lesi kulit.

Baca Juga: 5 Cara Menghindari Penularan Cacar Monyet atau MPOX dari Kemenkes, Salah Satunya Gunakan Masker saat Merasa Sakit

Gejala ruam biasanya dirasakan selama satu hingga tiga hari sejak demam. 

Setelah mengalami gejala Mpox selama 2 hingga 4 minggu, biasanya sembuh sendiri. 

Dalam kasus lain, ada juga individu yang dapat menyebabkan komplikasi medis.

Di Afrika, anak-anak dan remaja berpotensi terpapar virus Mpox karena melakukan kegiatan berburu ataupun mengonsumsi daging yang tidak dimasak dengan benar.

Sayangnya, anak yang menderita cacar monyet mungkin kurang cepat terdiagnosis dan mendapat pengobatan.

Baca Juga: Duh! Mpox atau Monkeypox Sudah Menyebar di Indonesia, Imbas Wabah Global dari Afrika?

Sebab, gejala yang timbul mirip dengan penyakit umum pada anak-anak, misalnya kudis dan cacar air.

Untuk kasus yang parah, cacar monyet bisa menyebabkan sepsis yang mengancam jiwa jika tidak segera mendapat pertolongan medis.

Kasus lain, beberapa anak yang terpapar cacar monyet mengalami masalah pernapasan juga kesulitan menelan. Anak bisa berisiko lebih tinggi terkena infeksi bakteri sekunder.

Bila orang tua melihat gejala-gejala tersebut, segeralah bawa buah hati ke fasilitas Kesehatan terdekat. 

 

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#mpox anak #mpox #cacar monyet #Mpox adalah