Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jangan Panik, Apa Sih Bedanya Mpox dengan Cacar Air? Simak Bagaimana Penularan dan Cara Penularannya

Andre Faidhil Falah • Kamis, 29 Agustus 2024 | 03:11 WIB

 

Iluatrasi cacar
Iluatrasi cacar

RADAR KUDUS - Mpox, yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus mpox.

Penyebaran utamanya terjadi melalui droplets.

Berikut adalah panduan mengenai cara mencegah infeksi serta perbedaan antara mpox dan cacar air.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Kuningan di Juwana Pati Sudah Ada sejak Zaman Belanda, Begini Ceritanya

Apa Itu Mpox?

Sejak November 2022, WHO mengganti nama cacar monyet menjadi mpox untuk menghindari konotasi negatif.

Meskipun demikian, istilah cacar monyet masih sering digunakan.

Mpox adalah penyakit menular yang dapat sembuh dengan sendirinya.

Meski dalam beberapa kasus bisa menyebabkan gejala parah dan komplikasi, terutama pada mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Mpox adalah penyakit zoonosis yang awalnya ditularkan dari hewan ke manusia, tetapi juga dapat menyebar antar manusia.

Baca Juga: Pansus DPRD Pati Sampaikan Pembahasan Aturan Raperda Cagar Budaya, Ini hasilnya

Pada 28 November 2022, WHO mengganti nama penyakit ini dari monkeypox menjadi mpox untuk mengurangi risiko rasisme dan stigma.

Mpox memiliki beberapa clade atau varian: clade Ia, clade Ib, dan clade IIb. Clade Ia dan Ib biasanya menyebabkan gejala lebih berat dibandingkan clade IIb.

Penularan clade Ib dan IIb sering terjadi melalui kontak seksual, sementara clade Ia lebih banyak ditularkan dari hewan ke manusia.

Gejala Mpox

Gejala mpox dapat bervariasi dari ringan hingga berat.

Beberapa orang mungkin mengalami gejala ringan, sementara yang lain memerlukan perawatan medis.

Orang yang berisiko tinggi untuk komplikasi serius termasuk wanita hamil, anak-anak, dan orang dengan gangguan kekebalan tubuh.

Gejala umum mpox diambil dari berbagai sumber, meliputi:

- Demam

- Sakit kepala hebat

- Nyeri otot

- Sakit punggung

- Kelelahan

- Pembengkakan kelenjar getah bening (di leher, ketiak, atau selangkangan)

- Ruam atau lesi kulit

Ruam biasanya mulai muncul 1-3 hari setelah demam dan berkembang dari bintik merah menjadi lepuh berisi cairan bening, lalu nanah, dan akhirnya mengerak menjadi keropeng yang rontok.

Ruam cenderung muncul di wajah, telapak tangan, dan telapak kaki, serta bisa juga ditemukan di mulut, alat kelamin, dan mata.

Durasi gejala biasanya antara 2-4 minggu, tetapi pada beberapa kasus bisa menyebabkan komplikasi medis yang serius atau kematian.

Penyebaran Mpox

Mpox menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung dengan ruam atau lesi, termasuk kontak kulit ke kulit, mulut ke mulut, atau melalui hubungan seksual.

WHO sedang mempelajari berapa lama orang dengan mpox dapat menularkan penyakit ini.

Penularan dapat terjadi sampai semua lesi mengering dan lapisan kulit baru terbentuk di bawahnya.

Lingkungan juga bisa terkontaminasi virus mpox, misalnya melalui kontak dengan pakaian, tempat tidur, atau barang-barang yang telah terpapar virus.

Penularan dapat terjadi melalui sentuhan benda yang terkontaminasi atau melalui inhalasi serpihan kulit atau virus.

Baca Juga: Jarang yang Tahu, Begini Cara Mengenal Diri Sendiri dan Mengenal Tuhan Yang Maha Esa

Bisul atau lesi di mulut juga dapat menularkan virus melalui kontak langsung dengan mulut atau percikan ludah.

Penularan dari ibu hamil ke janin dapat terjadi selama persalinan atau dari orang tua ke bayi melalui kontak erat.

Walaupun infeksi tanpa gejala telah dilaporkan, belum jelas apakah orang tanpa gejala dapat menularkan penyakit.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami potensi penularan melalui cairan tubuh seperti air mani, cairan vagina, atau ASI.

Perbedaan Mpox dan Cacar Air

Walaupun gejala mpox mirip dengan cacar air, keduanya adalah penyakit yang berbeda dengan tingkat bahaya yang berbeda.

Gejala awal mpox, seperti bintik merah yang berkembang menjadi lepuh dan nanah, serupa dengan cacar air tetapi lebih berat.

Berikut adalah perbedaan utama antara keduanya:

- Ruam pada mpox dapat sangat banyak, bahkan hingga ribuan, dan biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya, termasuk tangan dan kaki.

Sebaliknya, ruam cacar air sering muncul di wajah, telapak tangan, dan telapak kaki.

- Penderita mpox sering mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, sementara cacar air tidak selalu disertai dengan pembengkakan ini.

- Virus penyebab mpox adalah mpox virus dari keluarga orthopoxvirus, sedangkan cacar air disebabkan oleh virus herpes.

- Mpox kurang menular dibandingkan cacar air.

- Ruam mpox biasanya muncul sekaligus atau dalam waktu bersamaan, sedangkan ruam cacar air muncul secara bertahap.

- Waktu penyembuhan cacar air umumnya lebih cepat, sekitar 2 minggu, sementara mpox dapat sembuh dalam waktu 2-4 minggu.

Untuk informasi lebih lanjut atau jika Anda mengalami gejala mpox, segeralah hubungi fasilitas kesehatan terdekat.

Editor : Ali Mustofa
#kesehatan #nasional #penyakit menular #mpox #cacar #Dinas Kesehatan (Dinkes) #cacar air #cacar monyet #penyakit #kemenkes #droplet