Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dokter Tirta Cerita Kultur Bullying di Kedokteran hingga Kasus Bunuh Diri Mahasiswa

Nibros Hassani • Senin, 26 Agustus 2024 | 19:51 WIB
Dokter Tirta PengPeng dalam Youtube Daniel Mananta Network.
Dokter Tirta PengPeng dalam Youtube Daniel Mananta Network.

RADAR KUDUS - Influencer, pengusaha sepatu, dan dokter Tirta PengPeng membeberkan kultur bullying di Fakultas Kedokteran dan pandangannya mengenai kasus bunuh diri mahasiswa baru-baru ini.

Menurutnya, kasus bullying di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan pendidikan kedokteran secara umum telah ada sejak lama di banyak universitas.

Baca Juga: 5 Cara Menghindari Penularan Cacar Monyet atau MPOX dari Kemenkes, Salah Satunya Gunakan Masker saat Merasa Sakit

Selain itu, kasus bunuh diri oleh mahasiswa telah menjadi fenomena yang berbahaya.

Ini disampaikan oleh Dokter Tirta dalam Podcast bersama Daniel Mananta yang tayang di Youtube pada Minggu (25/8/2024).

Dokter Tirta mengakui bullying itu telah ada dalam dunia PPDS dan pendidikan kedokteran di berbagai Universitas di Indonesia. Tidak hanya di Semarang.

Baca Juga: Mengenal Cacar Monyet yang Jadi Wabah Kesehatan Global, Penyakit Apa Itu?

Sehingga perlu ada evaluasi dan supervisi yang ketat di dunia pendidikan.

Selain itu, kasus bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswa juga telah menjadi fenomena yang bahaya di dunia pendidikan.

Pihaknya menyoroti kasus bunuh diri mahasiswa di Jogja yang sudah ada 4 kasus dalam waktu kurang dari setengah tahun.

Baca Juga: Orangtua Wajib Tahu, Ternyata Anak Bisa Terkena Diabetes, Dokter Spesialis Anak Ini Bagikan Tips Mengatasinya

"Empat korban dalam waktu kurang dari setengah tahun itu danger (bahaya--Red) mas. ini bukan hanya di FK (Fakultas Kedokteran) lho, jadi PR-nya bukan hanya di FK. Dari faktornya nilai yang dia gak sanggup, uang semesteran kepake, sampai stress," jelasnya.

Selain itu, menurutnya tidak bijak menilai orang depresi sebagai orang yang lemah. Termasuk Gen Z yang sering dinilai bermental lemah.

Baca Juga: Belum banyak yang Tahu, Ini Bahaya Genteng Rumah Dihuni Banyak Kelelawar, Salah Satunya Bisa Picu Kematian

Apalagi di era sekarang mencari pekerjaan sulit dan harga tanah mahal. Tidak seperti di zaman dahulu.

"Ketika orang udah dalan depresi berat itu cenderung menyerahkan dirinya, dia tidak berpikir salah benar. Ketika ini terjadi di FK UNDIP wah (masalah ini terjadi dalam) bubble di Pendidikan," kata Dokter Tirta.

Baca Juga: SIMAK! Efek Samping Minum Jus Buah yang Tak Banyak Orang Tahu: Dari Diabetes hingga Sindrom Metabolik

Selanjutnya, ia mengatakan:

"Orang menganggap itu lemah, wah menurutku itu bukan lemah. Kamu jadi Gen Z di era sekarang susah loh. Lulus cari kerja, (mata uang) rupiah udah Rp 15 ribu, rumah mahal. Wajar mereka insecure lah," ujarnya.

Editor : Abdul Rokhim
#Kemenkes akan berikan peralatan cath lab #bullying dokter #PPDS Undip #ppds #podcast YouTube #dokter tirta #daniel mananta