Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lagi Viral di Semarang, Bukan Daging Kucing Untuk Obat Diabetes, Tapi Tanaman Kumis Kucing yang Dipercaya Bisa Jadi Obatnya

Andre Faidhil Falah • Kamis, 15 Agustus 2024 | 03:08 WIB
Tanaman kumis kucing
Tanaman kumis kucing

RADAR KUDUS - Tanaman kumis kucing kini mendadak viral di berbagai media sosial (medsos).

Rebusan tanaman yang bernama ilmiah orthosiphon aristatus itu viral pasca hebohnya pria di Semarang mengonsumsi daging kucing.

Dalih dari konsumsi kucing itu untuk mengobati penyakit diabetesnya.

 

Obat diabetes itu bukan dari kucing. Melainkan, tanaman kumis kucing.

Tanaman kumis kucing sendiri merupakan tanaman yang bisa ditemukan di pulau Jawa dan Sumatra.

Biasanya, tanaman itu tumbuh alami di pinggiran hutan.

Tapi pada umumnya, tak banyak orang yang tahu kalau tanaman tersebut tumbuh di tanah pinggir jalan yang tak terpakai.

Asalnya, tanaman kumis kucing ini dari Asia Tenggara, misalnya di Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

Negara beriklim tropis itu banyak ditumbuhi tanaman kumis kucing. Ternyata tanduran itu banyak digunakan sebagai obat tradisional.

Di beberapa daerah di suatu negara, tanaman itu digunakan untuk pengobatan berbagai masalah kesehatan, jadi tak hanya obat diabetes saja.

Bidang pengobatan tradisional sendiri, kumis kucing ini dipercaya mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan.

Di antaranya, diuretic atau bisa meningkatkan pembuangan kencing.

Selanjutnya, bisa membantu mengatasi masalah saluran kemih dan ginjal. Bahkan bisa mengurangi pembengkakan.

Tak hanya itu, tanaman kumis kucing yang diekstrak banyak digunakan di dalam berbagai suplemen herbal yang digunakan untuk diet (penurunan berat badan), dan obat diabetes.

Apa sih kandungan dari tanaman tersebut, banyak manfaatnya bagi kesehatan yang dikutip dari beberapa sumber.

1. Flavonoid

Salah satu kandungannya yaitu flavonoid. Tanaman kumis kucing ternyata kaya kandungan flavonoid.

Flavonoid itu ialah senyawa yang mempunyai sifat antiinflamasi dan antioksidan.

Sehingga sifat dari kandungannya dapat membantu mengatasi kerusakan sel yang diakibatkan adanya radikal bebas.

Sementara antiinflamasi sendiri ialah bisa mengurangi peradangan di tubuh.

2. Tani

Tak banyak yang tahu, tanaman kumis kucing juga mengandung tannin.

Sifat dari kandungan itu adalah astrigen dan antiseptic.

Sehingga bisa membantu meredakan peradangan hingga mempercepat proses penyembuhan luka.

3. Minyak Atsiri

Minyak tersebut memiliki efek antispasmodic (relaktan) dan diuretic.

4. Kalium, Magnesium, Kalsium, dan Fosfor

Ternyata tanaman ini juga memiliki kandungan banyak mineral.

Perannya, bisa menjaga keseimbangan elektrolit di dalam tubuh hingga kesehatan pada tulang.

5. Asam Klorogenat

Ini dia yang dapat mengobati diabetes. Asam klorogenat ini senyawa fenolik yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan.

Asam tersebut memiliki manfaat yang berpotensi untuk pengobatan diabetes hingga kesehatan jantung.

Dalam kandungan-kandungan kumis kucing itu dapat disimpulkan bahwa, tanaman tersebut memiliki banyak kegunaan bagi tubuh.

Di antaranya, infeksi saluran kemih, diuretic, antiinflamasi, obat diabetes, antioksidan, hingga menurunkan berat badan.

1. Infeksi Saluran Kemih

Ternyata kumis kucing yang diekstrak ini bisa membantu mengatasi infeksi saluran kemih.

Banyak penelitian bahwa ekstrak tanaman tersebut bersifat antimikroba, sehingga dapat melawan infeksi.

2. Diuretic

Dari paparan berbagai kandungan tanaman kumis kucing di atas, diketahui bahwa tanaman tersebut bisa meningkatkan produksi urin (diuretic).

Bahkan, bisa membantu mengeluarkan zat sisa dari tubuh.

Adanya diuretic ini secara tak langsung dapat mengatasi permasalahan kesehatan seperti pembengkakan atau penumpukan cairan (edema), masalah saluran kemih hingga ginjal.

3. Antiinflamasi

Sejak dulu tanaman ini digunakan untuk obat tradisional mengurangi peradangan, karena kumis kucing ini mempunyai kandungan flavonoid yang bersifat antiinflamasi.

4. Obat Diabetes

Di beberapa penelitian awal menunjukkan ternyata, ekstrak kumis kucing dapat membantu mengurangi kadar gula darah, hal ini dikarenakan tanaman itu juga mengandung Asam Klorogenat.

5. Antioksidan

Kandungan di dalam tanaman kumis kucing mengandung senyawa antioksidan. Karena terdapat kandungan flavonoid, selain antiinflamasi kandungan itu juga bersifat antioksidan.

6. Menurunkan Berat Badan

Di beberapa study juga menyebutkan bahwa tanaman ini juga bisa menurunkan berat badan.

Yaitu dengan adanya peningkatan metabolism dan sifat yang mengurangi lemak dalam tubuh. 

 

Editor : Ali Mustofa
#obat herbal #Diuretik #jateng #kesehatan #semarang #Tanaman kumis kucing #herbal alami #makan kucing #dinkes #dinas kesehatan #obat tradisional #Herbal Asli Indonesia #Saluran kencing #diabetes #kemenkes #viral