Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jangan Sepelekan, Ini 5 Efek Buruk Mengonsumsi Es Teh setelah Makan untuk Kesehatan

Zakarias Fariury • Senin, 5 Agustus 2024 | 15:34 WIB
Illustrasi Es Teh
Illustrasi Es Teh

RADAR KUDUS - Minum es teh setelah makan adalah kebiasaan yang sering dilakukan oleh banyak orang, terutama di Indonesia.

Es teh yang segar dan dingin memang dapat memberikan rasa yang menyegarkan setelah menyantap makanan berat.

Namun, kebiasaan ini ternyata memiliki beberapa dampak buruk bagi kesehatan yang perlu diketahui.

Berikut 5 Efek Buruk Mengonsumsi Es Teh setelah Makan

1. Mengganggu Proses Pencernaan

Minum es teh tepat setelah makan dapat mengganggu proses pencernaan.

Suhu dingin dari es teh dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di saluran pencernaan, yang pada akhirnya menghambat produksi enzim pencernaan.

Hal ini dapat menyebabkan makanan tidak tercerna dengan baik, sehingga nutrisi dari makanan tidak dapat diserap secara optimal oleh tubuh.

2. Menyebabkan Gangguan Pencernaan

Kebiasaan minum es teh setelah makan juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, perut kembung, dan gas.

Suhu dingin dari minuman dapat membuat makanan yang ada di dalam perut menjadi lebih keras, yang mempersulit pencernaan dan menyebabkan perut terasa tidak nyaman.

3. Memicu Refluks Asam

Bagi mereka yang memiliki masalah dengan refluks asam atau GERD (gastroesophageal reflux disease), minum es teh setelah makan dapat memperburuk kondisi ini.

Es teh dapat meningkatkan produksi asam lambung, yang kemudian dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar di dada atau heartburn.

4. Menghambat Penyerapan Nutrisi

Minum es teh setelah makan dapat menghambat penyerapan nutrisi penting seperti zat besi.

Teh mengandung tanin, yaitu senyawa yang dapat mengikat zat besi dari makanan dan mencegah penyerapannya oleh tubuh.

Hal ini sangat merugikan, terutama bagi orang yang rentan terhadap anemia atau kekurangan zat besi.

5. Meningkatkan Risiko Dehidrasi

Meskipun es teh terlihat menyegarkan, minuman ini sebenarnya dapat menyebabkan dehidrasi.

Teh mengandung kafein yang bersifat diuretik, yang dapat meningkatkan produksi urin dan menyebabkan kehilangan cairan tubuh.

Minum es teh setelah makan, terutama dalam jumlah banyak, dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat.

Minum es teh setelah makan memang menyegarkan, namun kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan pencernaan dan penyerapan nutrisi tubuh.

Untuk menjaga kesehatan, disarankan untuk tidak langsung minum es teh setelah makan.

Sebaiknya, tunggu beberapa saat setelah makan sebelum menikmati minuman yang menyegarkan ini.

Selain itu, perbanyak minum air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. (ury)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#health #gaya hidup #kesehatan #Esteh #gerd #minuman #lifes tyle #Anemia #asam lambung