RADAR KUDUS - Banyak di antara kita yang mendengar bahwa mencabut gigi khususnya rahang atas bisa berakibat fatal karena terkait langsung dengan saraf. Sehingga banyak masyarakat juga takut memeriksakan giginya karena sakit atau berlubang karena takut dicabut.
Tindakan memutar gigi rahang atas dapat menyebabkan kebutaan karena berpengaruh pada mata,
benarkah?
Baca Juga: Ini Dia 6 Khasiat Air Rebusan Bawang Putih dan Madu, Bisa Mengobati Stroke hingga Kolestrol
Baca Juga: Cara Memutihkan Rambut Secara Alami, Ampuh dan Aman
Melansir dari berbagai sumber ahli, hal tersebut adalah mitos.
Apalagi mata dan gigi memiliki cabang saraf yang berbeda dan tidak berhubungan secara langsung.
Dokter gigi menjelaskan, pencabutan gigi biasa dilakukan apabila terdapat kondisi gigi berlubang yang sudah tidak dapat ditambal atau dipertahankan lagi.
Begitupun dengan gigi goyang yang tidak dapat dirawat lagi untuk mempertahankan gigi tersebut.
Sebab, bila gigi rusak dan terinfeksi dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh. Sehingga harus dicabut agar tidak menyebarkan kuman dan bakteri ke dalam jaringan tubuh.
Baca Juga: Simak Manfaat Air Rebusan Pandan yang Jarang Diketahui Orang, Salah Satunya Meredakan Demam
Baca Juga: Simak! 5 Cara Atasi Perut Buncit Secara Alami, Perhatikan Asupan Protein Hingga Minuman Manis
Dilansir dari Alodokter, setelah gigi Anda selesai dan efek obat bius hilang, biasanya Anda akan merasa nyeri. Namun, hal ini wajar dan Anda tidak perlu khawatir.
Pemulihan luka setelah cabut gigi biasanya berlangsung dalam waktu 1–2 minggu.
Selain itu, jangan lupa serahkan urusan ini pada ahlinya. Hindari berkonsultasi dengan tukang gigi yang bukan dokter. Karena, bertanya pada ahlinya akan membahayakan bukan?
Baca Juga: Siapa Saja yang Bisa Mengatasi Flu dan Batuk, Berikut Resep Obat Batuk Tradisional ala Korea Selatan
Pasien perlu mengetahui indikasi gigi yang dapat dicabut atau tidak dapat dilihat dari sudut klinis melalui pemeriksaan oleh dokter gigi asli.
Sehingga proses penarikan dan pasca penarikannya akan aman bagi pasien.
Baca Juga: Wow! Ini 7 Manfaat Buah Jambu Biji Guava Untuk Ibu Hamil
Baca Juga: Apakah Bisa Jadi Obat Depresi? Inilah 11 Khasiat Daun Kelor Untuk Kesehatan yang Tidak Kaleng-kaleng
Pasien juga perlu memberitahu dokter tentang kondisi apa yang dihadapi pasien. Misalnya, pasien menderita diabetes, jantung, atau hipertensi (darah tinggi).
Kondisi tersebut dapat memengaruhi tindakan membilas gigi.
Tidak hanya itu, pasien juga harus memberi tahu dokter bila pasien sedang hamil atau menyusui.
Editor : Noor Syafaatul Udhma