Tranq sebenarnya digunakan untuk industri kedokteran hewan dan sering dipakai sebagai obat penenang pada sapi atau kuda. Oleh karena itu, obat ini awalnya bukan termasuk zat terlarang di Amerika Serikat. Justru disalahgunakan untuk meningkatkan efek dari narkoba jenis heroin, kokain, dan fentanyl.
"Xylazine telah merasuki Philadelphia dengan sangat keras, menyebabkan peningkatan kematian akibat overdosis serta luka parah yang dapat menyebabkan sepsis (infeksi) dan amputasi," kata Departemen Kesehatan dan Dewan Kesehatan Philadelphia dikutip dari NYPost, Selasa (30/5).
Pada tahun 2011, sebuah penelitian menemukan orang-orang di daerah pertanian Puerto Rico menyuntikkan obat anestesi kuda sehingga mengalami luka kulit yang parah. Kemudian, tranq semakin populer pada 2018.
Sarah Laurel, pendiri organisasi nirlaba pengurangan dampak buruk Savage Sisters, mengatakan telah terjadi peningkatan penggunaan xylazine selama empat tahun terakhir.
"Dan kita sekarang memiliki individu yang memiliki bisul menganga terbuka, infeksi, beberapa jaringan nekrotik, dan itu mengarah pada amputasi," kata Laurel.
Efek tranq:
Laman WebMD menjelaskan tranq yang beredar di AS sebagian besar telah dicampur dengan heroin, fentanyl, atau kokain untuk meningkatkan atau memodifikasi efek obat tersebut. Pencampuran ini menyebabkan perasaan 'high' atau euforia yang serupa seperti yang dilakukan opioid, dikutip dari detikcom.
Pengguna yang mengkonsumsi tranq akan mengalami efek samping yang berbahaya. Mereka akan berkeliaran di jalanan seperti kesurupan, tidak menyadari gerakan, tergeletak, dan beresiko mengalami kekerasan atau pelecehan. Parahnya, ketika overdosis dapat menyebabkan kematian.
Paparan tranq dapat terlihat sangat mirip dengan overdosis opioid, termasuk:
Sedasi
Pernapasan lambat
Tekanan darah rendah (hipotensi)
Detak jantung lambat (bradikardia)
Bisul kulit yang parah dan menyakitkan (luka kulit nekrotik) dan abses
Memperlambat penyembuhan luka
Infeksi kulit yang sering, terus-menerus, atau memburuk
Masalah mata seperti pupil kecil (miosis)
Gula darah rendah (hipoglikemia)
Gula darah tinggi (hiperglikemia)
Amnesia Editor : Kholid Hazmi