Masyarakat Kepulauan Karimunjawa Prioritas Penyaluran Banpang, Dirapel Tiga Bulan Terima 30 Kg

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:25 WIB
ANTRE: Sejumlah warga Karimunjawa tengah mengambil beras Banpang CPP-2026 pada Kamis (27/8) di Kantor Petinggi Karimunjawa. (ARIF UNTUK RADAR KUDUS)
ANTRE: Sejumlah warga Karimunjawa tengah mengambil beras Banpang CPP-2026 pada Kamis (27/8) di Kantor Petinggi Karimunjawa. (ARIF UNTUK RADAR KUDUS)

KARIMUNJAWA — Penyaluran beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kabupaten Jepara triwulan ketiga 2026 mulai dilakukan.

Wilayah kepulauan dan rawan bencana menjadi prioritas. Terutama Karimunjawa. 

Pada tahap awal ini juga disusul para keluarga penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Pecangaan, Welahan, Donorojo maupun Tahunan.

Di Karimunjawa, bantuan pangan beras menjadi salah satu upaya untuk mengamankan ketersediaan pangan warga.

Terutama saat memasuki musim cuaca buruk atau jelang baratan, yang dapat menghambat mobilitas menuju dan dari wilayah kepulauan.

Petinggi Karimunjawa Arif mengatakan, penyaluran bantuan beras kepada masyarakat dilakukan secara bertahap. 

Untuk penyaluran kali ini, periode Juli-September masyarakat menerima alokasi beras yang dirapel untuk tiga bulan sekaligus.

"Pengiriman beras CPP ke Karimunjawa ini untuk mengamankan stok makanan warga. Terutama saat menjelang musim baratan dan cuaca buruk," ujarnya, Kamis (27/8).

Pembagian telah dilakukan pada Selasa (25/8) lalu. Sebanyak 308 penerima di Desa Karimunjawa mendapatkan bantuan tersebut. 

Para penerima merupakan masyarakat yang masuk kategori prasejahtera. Warga datang secara mandiri untuk mengambil bantuan yang telah disiapkan.

Karimunjawa selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan wisata bahari unggulan di Jepara. 

Aktivitas wisata terlihat ramai dan perputaran ekonomi terus berkembang. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan seluruh masyarakat setempat.

"Karimunjawa memang terlihat ramai karena wisata dan ekonominya maju. Tetapi masih banyak orang tua dan masyarakat yang belum merasakan langsung manfaat dari perkembangan wisata ini," ucapnya.

Berdasarkan data kependudukan yang disampaikan pemerintah desa, Karimunjawa memiliki sekitar 5.744 jiwa dengan 1.744 kepala keluarga (KK).

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin Dinsospermades Jepara Tri Mulyo Mardi Santoso mengatakan, jumlah KPM bantuan pangan di Kecamatan Karimunjawa tercatat 689 KPM setiap bulan.

Semuanya tersebar, seperti di Desa Kemujan, Pulau Parang maupun Pulau Nyamuk.

Sesuai jadwal penyaluran beras Banpang CPP 2026, setiap KPM mendapatkan alokasi 10 kilogram per bulan. 

Dengan demikian, alokasi untuk Karimunjawa mencapai 6.890 kilogram atau 6,89 ton per bulan.

Jika dirapel untuk Juli, Agustus, dan September, total alokasi Karimunjawa mencapai 20.670 kilogram atau 20,67 ton. 

Angka total alokasi beras Banpang CPP Kabupaten Jepara selama tiga bulan pada triwulan ini mencapai 4.577.460 kilogram atau 4.577,46 ton untuk 16 kecamatan.

Hingga 27 Agustus 2026, penyaluran dalam jadwal tersebut telah tercatat dilakukan di lima kecamatan. 

Selain Karimunjawa dengan 689 KPM dan total alokasi 20.670 kilogram (20,67 ton), distribusi juga telah dilakukan di Kecamatan Pecangaan, Welahan, Donorojo, dan Tahunan.

Kecamatan Pecangaan memiliki 8.581 KPM. Alokasi setiap bulan mencapai 85.810 kilogram, sehingga total tiga bulan sebanyak 257.430 kilogram atau 257,43 ton.

Kemudian Welahan tercatat memiliki 8.875 KPM dengan alokasi 88.750 kilogram per bulan. Selama tiga bulan, total beras yang dialokasikan mencapai 266.250 kilogram atau 266,25 ton.

Di Donorojo, jumlah KPM mencapai 7.726. Alokasi bulanannya sebanyak 77.260 kilogram, dengan total tiga bulan 231.780 kilogram atau 231,78 ton.

Sementara Tahunan menjadi kecamatan dengan jumlah KPM terbesar di antara lima wilayah yang telah mendapatkan distribusi. 

Tercatat 11.289 KPM dengan alokasi 112.890 kilogram per bulan atau total 338.670 kilogram (338,67 ton) selama tiga bulan.

Jika lima kecamatan yang telah terdistribusi tersebut digabungkan, totalnya mencapai 37.160 KPM dengan alokasi tiga bulan sebanyak 1.114.800 kilogram atau 1.114,8 ton.

Selain lima kecamatan yang sudah terdistribusi, terdapat 11 kecamatan yang masih terjadwal. Proses distribusi dilakukan oleh Bulog.

Sementara itu, masih terdapat 11 kecamatan yang masuk dalam jadwal penyaluran Banpang CPP. Total alokasi untuk 11 kecamatan tersebut mencapai 3.462.660 kilogram atau 3.462,66 ton selama tiga bulan.

Rinciannya, Keling memiliki 8.611 KPM dengan total alokasi 258.330 kilogram (258,33 ton). Kalinyamatan memiliki 5.185 KPM dengan total 155.550 kilogram (155,55 ton).

Kembang tercatat memiliki 13.894 KPM. Alokasi tiga bulannya mencapai 416.820 kilogram atau 416,82 ton.

Kemudian Batealit memiliki 12.283 KPM dengan total alokasi 368.490 kilogram (368,49 ton).

KPM di Kecamatan Mlonggo memiliki 12.504 KPM dengan total alokasi 375.120 kilogram atau 375,12 ton.

Untuk Jepara, jumlah KPM mencapai 7.145 dengan total alokasi 214.350 kilogram (214,35 ton). Selanjutnya Pakis Aji memiliki 8.452 KPM dengan total alokasi 253.560 kilogram (253,56 ton).

Kedung tercatat memiliki 11.771 KPM dengan total alokasi 353.130 kilogram atau 353,13 ton. Kemudian Nalumsari memiliki 9.012 KPM dengan total alokasi 270.360 kilogram (270,36 ton).

Bangsri menjadi salah satu wilayah dengan jumlah KPM terbesar, yakni 14.614 KPM. Total alokasi untuk tiga bulan mencapai 438.420 kilogram atau 438,42 ton.

Sedangkan Mayong memiliki 11.951 KPM dengan total alokasi 358.530 kilogram atau 358,53 ton. 

Menurut Tri, penyaluran secara bertahap tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Sekaligus memastikan kelompok masyarakat prasejahtera tetap memiliki cadangan pangan. Termasuk warga di wilayah kepulauan yang menghadapi tantangan distribusi ketika cuaca buruk melanda.

“Ini di luar bantuan beras paceklik ketika masa baratan,” tandasnya.(fik)

Editor : Admin
Beras Paceklik Bantuan Beras Karimunjawa banpang bulog nelayan