Sambut Maulid Nabi, Warga Satu Pulau di Kemujan-Karimunjawa Gelar To'dok Tellok

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:16 WIB
MERIAH: Prosesi Festival To
MERIAH: Prosesi Festival To'dok Tellok di Kemujan Karimunjawa berlangsung meriah pada Selasa (25/8). (PANITIA UNTUK RADAR KUDUS)

KEMUJAN — Ribuan telur dihias dengan pernak-pernik penuh warna. Meriah. Tak hanya kalangan dewasa, anak-anak juga tumpah ruah, mengikuti jalannya acara.

Hal tersebut sebagai simbol risalah Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

Telur berhias itu ditusukkan pada batang bambu dan diarak warga dalam Festival To'dok Tellok 2026 di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa. 

Tradisi ini menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus ruang kebersamaan masyarakat lintas suku yang tinggal di kawasan kepulauan tersebut.

Telur yang menjadi simbol utama dalam tradisi ini mengandung filosofi mendalam. 

Telur yang ditusukkan pada batang bambu serta bentuk tusukannya, dimaknai sebagai gambaran bumi dan tempat di mana risalah yang dibawa Sang Nabi diajarkan.

Telur yang digunakan umumnya merupakan telur ayam.

Agar semakin menarik, sebagian warga menghiasnya bersama buah-buahan seperti apel, jeruk, dan pir. 

MENARIK: Ribuan telur dihias dalam penyelenggaraan Festival To
MENARIK: Ribuan telur dihias dalam penyelenggaraan Festival To'dok Tellok 2026 di Kemujan pada Selasa (25/8).

Hiasan tersebut kemudian disusun pada tusukan telur sehingga membentuk rangkaian yang dibawa dalam arak-arakan.

Sejak Selasa (25/8) pagi, warga terlebih dahulu mengikuti ritus keagamaan di masjid dan musala masing-masing. Seperti pembaca Al-Barzanji maupun pujian dan doa-doa keselamatan lainnya.

Setelah rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 10.00, telur-telur yang telah dihias kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Kemeriahan berlanjut hingga kawasan dermaga atau Pelabuhan Karimunjawa. 

Sejumlah telur dibagikan kepada wisatawan sebagai bentuk berbagi kebahagiaan, serta syiar atas peringatan kelahiran Nabi Muhammad.

Ketua Panitia Festival To'dok Tellok 2026, Ahmad Saiful Rijal, mengatakan festival tersebut telah memasuki tahun ke-3. 

KHIDMAT: Para tetua, tokoh masyarakat beserta Pemdes Kemujan dan Forkopimcam Karimunjawa membersamai proses To
KHIDMAT: Para tetua, tokoh masyarakat beserta Pemdes Kemujan dan Forkopimcam Karimunjawa membersamai proses To'dok Tellok 2026.

Namun, tradisi To'dok Tellok sendiri telah dilakukan masyarakat sejak dahulu dan menjadi bagian dari kehidupan sosial-keagamaan warga.

"Kami juga membagikan telur kepada wisatawan, tujuannya untuk mengenalkan kekayaan budaya di sini. Supaya Karimunjawa tidak hanya dikenal wisata bahari saja," ungkapnya pada Selasa (25/8) menjelang petang.

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan telur usai Asar. Sejak pukul 15.00 dari masjid setempat menuju Alun-Alun Dukuh Batulawang, Desa Kemujan. 

Ribuan warga turut ambil bagian dalam prosesi tersebut. 

Tahun ini, dari Batulawang sendiri ada 6.474 telur. Sementara dari wilayah Kemujan terdapat sekitar 2.000 telur yang turut dihias dan diarak. 

Belum lagi untuk Desa Karimunjawa yang sudah memperingati Maulid Nabi dan membagikan To’dok Tellok pada hari sebelumnya, Senin (24/8).

Setibanya di Alun-Alun Dukuh Batulawang, warga menyambut tamu yang datang dari berbagai wilayah di Desa Kemujan. 

Para tamu juga disuguhi makanan khas masyarakat Bugis, yakni Ka'dok, yang dibuat oleh para tetua suku Bugis.

Nuansa keagamaan menjadi bagian utama dalam tradisi ini. Salah satunya melalui pembacaan Al-Barzanji yang dilakukan secara saksama.

Menurutnya, pembacaan Al-Barzanji menjadi salah satu prosesi inti dalam To'dok Tellok. 

Tradisi tersebut bukan sekadar kemeriahan dengan ribuan telur. Namun, memiliki pesan spiritual yang ingin terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Prosesi paling inti tetap Al-Barzanji, dibaca secara bersama-sama," katanya.

Menariknya, dalam acara tahunan ini mempertemukan masyarakat dari beragam latar belakang. 

Warga suku Jawa, Bugis, Madura hingga Bajo membaur, terlibat dalam kegiatan.

Keragaman itu menjadikan To'dok Tellok bukan hanya sebagai tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antarbudaya. 

Masyarakat bersama-sama menyambut Maulid Nabi dengan semangat gotong royong dan kebersamaan.

Rijal menuturkan, arak-arakan tersebut juga mengandung pesan tentang perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW menuju Madinah. 

Masyarakat Madinah menyambut kedatangan Nabi dengan keramahan dan kegembiraan.

Semangat serupa ingin dihadirkan dalam tradisi To'dok Tellok.

Di sela-sela kegiatan, panitia juga membagikan sejumlah door prize kepada warga dan peserta yang hadir.

"Harapan ke depan bisa lebih meriah," ujarnya.

TUMPAH RUAH: Tak hanya kalangan dewasa, anak-anak juga turut memeriahkan Festival To
TUMPAH RUAH: Tak hanya kalangan dewasa, anak-anak juga turut memeriahkan Festival To'dok Tellok pada Selasa (25/8).

Festival yang telah berlangsung selama tiga tahun ini diharapkan terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya. 

Ribuan telur yang diarak bukan semata-mata menjadi hiasan, melainkan simbol kebersamaan, berbagi, dan upaya masyarakat menjaga warisan budaya. Sekaligus nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan masyarakat kepulauan.

“Ini wajah budaya dan ber-Islam bagi kami, masyarakat yang berada di wilayah kepulauan (Karimunjawa, red),” pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
Budaya Karimunjawa To'dok Tellok 2026 Peringatan Maulid Masyarakat Kepulauan wisata karimunjawa peringatan maulid nabi