KARIMUNJAWA — Habis tambak udang, pulau dijual. Persoalan terkait kekayaan alam di Tanah Air terus bermunculan.
Baru-baru ini muncul isu dugaan penjualan pulau kecil di Karimunjawa, tepatnya di Menjangan Kecil.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama berkenaan dengan hak nelayan di wilayah kepulauan.
Privatisasi sumber daya alam dianggap mengancam ruang hidup, kedaulatan wilayah dan kelestarian ekosistem. Serta hak warga dalam memperoleh lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan bebas dari kerusakan ekologis akibat eksploitasi.
Isu penjualan pulau kecil di Karimunjawa ini menambah deretan panjang krisis kekayaan alam di Indonesia, sejurus dengan isu kebakaran hutan di Kalimantan, Sumatra, Riau hingga Jambi. Termasuk kebakaran Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Maupun kebakaran Desa Adat Sade Lombok, dan penghancuran Rumah Adat Toraja Sulawesi Selatan akhir tahun lalu.
Di Karimunjawa sendiri, puluhan petak tambak udang yang mencemari lingkungan telah ditutup.
Semula, konflik dan ekskalasi penolakan warga memuncak pada rentang 2018–2023 akibat pencemaran limbah. Kemudian pemerintah melakukan penertiban besar-besaran dan penutupan serta proses hukum pada 2024.
Pemiliknya dipidana kurungan penjara dan kini telah bebas. Aktivis lingkungan Daniel Frits Tangkilisan juga sempat mendapatkan kriminalisasi.
Kini persoalan lain terbit kembali, Pulau Menjangan Kecil dijual.
Dugaan penjualan itu menguat dalam penawaran oleh akun Instagram thefind_luxrealestate dengan username Umar Firmansyah.
Diketahui, akun tersebut pertama kali mendaftar sebagai pengguna di Instagram sejak April 2025. Kemudian baru terverifikasi pada Juli 2026.
Tak hanya menawarkan Pulau Menjangan Kecil di Karimunjawa senilai Rp 500 miliar. Akun tersebut juga telah membuat 82 postingan hingga Minggu (23/8) pukul 15.00.
Pulau Cubadak di Sumatera Barat juga diiklankan seharga Rp 28 miliar. Lalu Pulau Lingga di Riau Rp 65 miliar, Pulau Melintang Besar di Kepulauan Seribu Jakarta diiklankan Rp 250 miliar. Elysium Peninsula Lombok juga diiklankan Rp 29 miliar bahkan Vaavu Atoll Maldives juga diiklankan senilai Rp 280 miliar.
Jaringan bisnis thefind_luxrealestate tersebut tampak tak hanya menyasar menyasar penanaman modal dalam negeri (PMDN), namun juga penanaman modal asing (PMA) di tingkat global. Memasarkan properti fisik mencakup tanah beserta sumber daya alam dengan segala sesuatu yang melekat permanen di atasnya.
Akun dengan 8000 ribuan pengikut tersebut, mempromosikan pulau sebagai kawasan privat untuk pengembangan resor mewah.
Di samping mengiklankan pulau-pulau kecil, akun tersebut juga mengiklankan perumahan mewah, seperti di Pondok Indah, Cilandak, Sentul, Menteng, Karawang, Bogor, Kemang, Surabaya CBD, maupun di luar negeri. Seperti di Ibiza Spanyol hingga di Bugatti Residences by Binghatti di Dubai.
Dalam unggahannya, akun @thefind_luxrealestate menyebut terdapat sekitar 44,5 hektare lahan yang diklaim berstatus milik pribadi, dari total luas Pulau Menjangan Kecil yang disebut mencapai 49 hektare.
Penawaran dikemas elegan, dengan tajuk “The Menjangan Kecil Monopoly: A Private Island Acquisition”.
Pulau ini dinarasikan sebagai kawasan tropis yang masih alami. Memiliki potensi dikembangkan menjadi resor eksklusif maupun kawasan privat. “Don't just buy a property. Own the island. Rule the horizon,” tulisnya.
Dalam spesifikasinya, promotor menyebut luasan pulau 44,5 hektare, terdiri atas 17 sertifikat hak milik (SHM).
Dari sisi bentang alam, pulau ini juga disebut memiliki kontur tanah relatif datar. Berketinggian sekitar 2 hingga 3 meter di atas permukaan laut. Kawasan pesisirnya digambarkan dikelilingi pasir putih dan perairan dangkal yang jernih.
Tak hanya itu, pulau ini juga disebut memiliki sumber air tawar. Termasuk dua titik yang dipromosikan sebagai lokasi potensial pembangunan dermaga, baik di sisi timur dan barat pulau.
Tak hanya menawarkan potensi di daratan, promosi tersebut juga menonjolkan kekayaan ekosistem bawah laut di sekitar Menjangan Kecil.
Dalam unggahan itu disebutkan terdapat lokasi penyelaman dengan terumbu karang, habitat berbagai biota laut, serta bangkai kapal kayu yang disebut menjadi salah satu daya tarik wisata bawah laut.
Pulau Menjangan Kecil dapat ditempuh sekitar 5 hingga 10 menit menggunakan speedboat dari Pelabuhan Karimunjawa.
Nilai akuisisi yang dicantumkan mencapai USD 28 juta, atau sekitar Rp 500 miliar. Penawaran tersebut ditujukan secara khusus kepada calon pembeli yang disebut sebagai VVIP dan investor kelas atas.
Sementara itu, terpisah, Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa Widyastuti menyampaikan pihaknya tidak tahu menahu mengenai pengiklanan Pulau Menjangan Kecil Karimunjawa tersebut.
“Wah saya nggak ngerti terkait berita itu, Pulau Menjangan Kecil bukan wilayah kewenangan Balai Taman Nasional (Karimunjawa, red),” ringkasnya, saat dikonfirmasi pada Minggu (23/8).
Pihaknya belum dapat memberikan keterangan secara pasti, mengenai SHM yang diklaim dimiliki oleh pengiklan.
“Itu area penggunaan lain (APL) yang mungkin ada pemiliknya (secara pribadi). Jadi mohon maaf, saya tidak tahu,” pungkasnya.(fik)
Editor : Admin