KARIMUNJAWA — Masyarakat Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, akan kembali menggelar Festival Todok Tellok 2026.
Kegiatan yang menjadi puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad ini, akan dihelat pada Selasa (25/8).
Di samping itu, acara ini menjadi momentum untuk merawat tradisi dan memperkuat kebersamaan masyarakat.
Festival tahun ini mengusung tema “Melestarikan Tradisi, Merajut Kebersamaan, Menjaga Warisan.”
Sejumlah kegiatan disiapkan sejak pagi hingga malam hari, dengan melibatkan sejumlah lokasi di kawasan Desa Kemujan, khususnya Dukuh Batulawang dan Telaga.
Ketua Panitia Ahmad Saiful Rijal menyampaikan To'dok Tellok ialah telur rebus yang ditusuk atau ditalikan di sada bambu.
Filosofinya ialah telur menjadi contoh dari awal dan sumber kehidupan. Simbol hubungan dunia dan agama. Tusukan bambu sendiri melambangkan risalah atau syariat Nabi.
Maknanya, manusia yang hidup di dunia harus tetap berpegang teguh pada ajaran agama, tak lain tak bukan agar dapat selamat.
Sebelum hari perayaan, masyarakat bergotong royong.
Mulai dari proses penyisikan bambu untuk dibuat To'dok (tusuk). Kemudian menyiapkan daun-daun pisang yang digunakan untuk wadah Ka'dok atau makanan dari ketan dengan bumbu rempah yang yang hanya disuguhkan saat Maulid.
"Sekitar 10 ribuan To'dok Tellok akan memeriahkan penyelenggaraan acara tahun ini. Dari dua Dukuh, Batulawang dan Telaga," ungkapnya, Sabtu (22/8).
Rangkaian Festival Todok Tellok diawali dengan Ritual Selamatan pada pukul 08.00 WIB.
Kegiatan ini digelar secara bersamaan di dua masjid, yakni Masjid Raudlatul Jannah di Batulawang dan Masjid Nurul Amin di Telaga.
Setelah itu, pada pukul 10.00 WIB, agenda dilanjutkan dengan Safari Duta Todok Tellok.
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian khusus dalam festival, sebelum masyarakat mengikuti prosesi pada sore hari.
Memasuki sore, kemeriahan festival akan semakin terasa melalui Arak-arakan Todok Tellok.
Prosesi tersebut dijadwalkan dimulai pukul 16.00 WIB dari Masjid Batulawang menuju Alun-Alun Batulawang.
Arak-arakan menjadi salah satu agenda yang menonjol dalam Festival Todok Tellok.
Masyarakat akan membawa berbagai bentuk hiasan dan hasil kreasi yang dipadukan dengan unsur tradisional.
Warga juga tampak mengenakan pakaian adat dan busana bernuansa tradisional saat mengikuti kegiatan. Ada yang Jawa, Bugis, Mandar, Bajau ataupun Madura.
Suasana arak-arakan tidak hanya menjadi bagian dari perayaan, tetapi juga memperlihatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga tradisi secara saksama.
Berbagai dekorasi, rangkaian bunga, serta kreasi warga akan turut menghiasi jalannya kegiatan.
Setibanya di Alun-Alun Batulawang, rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pengajian Akbar pada pukul 19.30 WIB.
Agenda tersebut menjadi penutup rangkaian Festival Todok Tellok 2026.
"Festival ini mencerminkan kuatnya identitas masyarakat Kemujan sebagai wilayah kepulauan. Materi visual festival menampilkan lanskap laut, perahu, pesisir, serta kehidupan masyarakat yang menjadi bagian dari karakter kawasan Karimunjawa," jelasnya.
Selain itu, unsur bunga dan hiasan tradisional tampak dominan dalam berbagai rangkaian kegiatan.
Hal tersebut menjadi bagian dari kemeriahan festival sekaligus memperkuat nuansa budaya dalam perayaan Maulid Nabi.
Festival Todok Tellok 2026 tidak hanya menjadi agenda perayaan, namun juga menjadi momentum untuk mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan.
"Karimunjawa tidak hanya wisata alam, namun terdapat pula budaya yang kuat seperti ini. Wisatawan juga bisa mengikuti penyelenggaraan acara. Silakan, amankan tiket kapalmu,” tandasnya.(fik)
Editor : Admin