Penangkaran Hiu Karimunjawa Terbakar Lagi, Bangunan Ludes tapi Ikan Selamat

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:58 WIB
LUDES: Kebakaran kembali terjadi di penangkaran hiu di Karimunjawa pada Selasa (18/8). (PETINGGI UNTUK RADAR KUDUS)
LUDES: Kebakaran kembali terjadi di penangkaran hiu di Karimunjawa pada Selasa (18/8). (WARGA UNTUK RADAR KUDUS)

KARIMUNJAWA — Kebakaran kembali terjadi di kawasan penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar, Kecamatan Karimunjawa. 

Si Jago Merah melalap bangunan penangkaran dan sejumlah ruangan di lokasi.

Kendati demikian, ikan hiu yang berada di kolam penangkaran selamat.

Petinggi Karimunjawa Arif Setiawan mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. 

Sumber api diduga berasal dari area kamar penjaga sebelum merembet ke bagian bangunan lainnya.

“Api dari kamar, kemudian merembet ke dapur dan bangunan lainnya,” sebutnya, Selasa (18/8).

Bangunan yang hangus terbakar bagian dari kompleks penangkaran yang terdiri atas beberapa petak. 

Di lokasi tersebut juga terdapat penjaga yang bertugas merawat kawasan penangkaran. Saat peristiwa terjadi, penjaga tengah menjamu pengunjung. 

Beberapa di antara tengah berfoto dengan hiu yang berada di dalam penangkaran.

Material bangunan yang terbuat dari kayu membuat api cepat membesar. Orang yang berada di lokasi memadamkan dengan alat seadanya. Namun terpaan angin laut mempercepat tapi membesar.

Sebagian bangunan ludes terbakar. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 50 juta. 

“Tidak ada korban jiwa, hiunya aman, tetapi bangunannya habis,” imbuhnya.

Peristiwa tersebut menjadi kebakaran kedua yang terjadi di lokasi penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar. 

PADAMKAN: Sejumlah pihak turut membantu proses pemadaman api yang melalap penangkaran hiu Karimunjawa, Selasa (18/8).
PADAMKAN: Sejumlah pihak turut membantu proses pemadaman api yang melalap penangkaran hiu Karimunjawa, Selasa (18/8).

Sebelumnya, kebakaran melanda tempat penginapan sekaligus penangkaran hiu milik Winarno alias Cunming, 80, pada Selasa (3/12) malam. Kala itu, kerugian ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar.

Arif mengatakan, kondisi geografis Karimunjawa yang berupa kepulauan menjadi kendala tersendiri di saat penanganan kebakaran. 

Armada pemadam kebakaran dari daratan, tidak mudah menjangkau lokasi kepulauan tersebut.

“Mobil pemadam tidak menjangkau,” ujarnya.

Hingga saat ini pun tidak ada armada pemadam kebakaran khusus Karimunjawa. Ya pun berharap juga terdapat armada pemadam kebakaran apung, seperti kapal pemadam.

Di samping itu, kebakaran tidak hanya menjadi ancaman bagi warga, namun juga kawasan hutan di Karimunjawa. 

Karena itu, keberadaan sarana pemadam kebakaran yang memadai dinilai penting untuk mengantisipasi kejadian sejenis.

“Sering (kebakaran, red) baik rumah maupun hutan. Karena tidak ada alat yang mumpuni,” sebutnya.

Arif melanjutkan, masyarakat selama ini memiliki antusiasme untuk membantu ketika terjadi hal-hal serupa. 

Namun, dukungan fasilitas pemadam dari pemerintah masih menjadi kebutuhan.

Pihaknya berharap pemerintah dapat memperkuat sarana penanggulangan kebakaran di Karimunjawa. Sehingga penanganan dapat tanggap, cepat dan tepat.

“Antusias (gotong royong, red) warga iya pasti, tapi dari fasilitas negara belum ada,” tandasnya.(fik)

Editor : Admin
kebakaran penangkaran hiu hiu karimunjawa wisata bahari karimunjawa wisata karimunjawa pemadam kebakaran