KARIMUNJAWA — Camat Karimunjawa Nuril Abdillah menjelaskan, aktivitas bongkar muat kapal tongkang pada Rabu-Kamis (4-5/3) di Pelabuhan Legon Bajak, Desa Kemujan, untuk pembangunan jalan.
Hal itu merupakan bagian dari proyek perbaikan jalan di wilayah kepulauan tersebut.
Menurutnya, material yang dibongkar dari tongkang, kemudian diangkut menggunakan truk.
“Materialnya dibawa menggunakan truk. Itu untuk pekerjaan perbaikan jalan di Karimunjawa oleh CV Karya Jaya,” ujarnya pada Kamis (5/3).
Ia menyebut proyek perbaikan jalan yang sedang berjalan saat ini memiliki total panjang sekitar 3,3 kilometer.
Pekerjaan tersebut terbagi di dua lokasi, yakni sekitar 2,8 kilometer di Desa Kemujan dan sekitar 500 meter di Pulau Karimunjawa.
“Yang 2,8 kilometer itu di Jalan Kemujan. Kemudian sekitar 500 meter ada di Karimunjawa, dari Makam sampai KUA,” jelasnya.
Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan jalan melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD).
IJD bertujuan memperbaiki kondisi jalan-jalan yang rusak.
Camat menyebut, pengerjaan sudah mulai dilakukan beberapa hari terakhir, termasuk clearing bahu jalan.
Kendati demikian, proses pembangunan belum berjalan maksimal. Karena sejumlah alat berat yang dibutuhkan belum sampai di lokasi.
“Prosesnya belum sepenuhnya berjalan, alat belat belum siap,” katanya.
Ia menambahkan, material yang dibongkar di pelabuhan terdiri dari beberapa jenis.
Baik agregat kasar ataupun agregat halus. Material ini akan digunakan sebagai bahan dasar konstruksi jalan.
Material tersebut juga ditumpuk sementara di area sekitar pelabuhan, sebelum nantinya digunakan untuk pekerjaan di lapangan.
"Materialnya itu dibawa ke area Bandar Udara Dewadaru, karena nanti masaknya (ngolah) di situ," sebutnya.
Camat menambahkan, proyek peningkatan jalan ini diharapkan menjadi salah satu tolok ukur bagi pemerintah pusat. Untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur di Karimunjawa pada tahap berikutnya.
“Ini menjadi tolok ukur dari pemerintah pusat. Harapannya nanti bisa turun lagi tahap berikutnya, tidak hanya tahap pertama ini saja,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Jepara digelontor anggaran sebesar Rp 52 miliar dari pemerintah pusat. Untuk memuluskan jalan di wilayah Kepulauan Karimunjawa.
Anggaran tersebut diperoleh melalui skema bantuan IJD dan akan direalisasikan secara bertahap.(fik)
Editor : Ali Mustofa