JEPARA — Musim Baratan masih berlangsung. Angin dan ombak yang tinggi, menyebabkan layanan penyeberangan Jepara-Karimunjawa dan sebaliknya tergangggu.
Setelah lebih dari sepekan cuaca ekstrem, angin musim baratan perlahan melunak.
Kapal dapat kembali beroperasi. Cuaca yang bersahabat dimanfaatkan warga setempat untuk pulang.
Termasuk memaksimalkan pengiriman serta dropping logistik. Yang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah Kepulauan tersebut.
Camat Karimunjawa, Nuril Abdillah, menyampaikan bahwa pada Senin (19/1) terdapat dua kapal yang kembali beroperasi dari Pelabuhan Kartini Jepara menuju Karimunjawa.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kapal-kapal ini off beberapa hari akibat cuaca buruk.
Kapal pertama yakni KMP Siginjai bertolak pukul 07.00 WIB, mengangkut sembako, kebutuhan pokok warga, serta membawa warga Karimunjawa yang selama beberapa hari tertahan di Jepara.
Kapal tersebut tiba di Karimunjawa sekitar pukul 13.00 WIB. Selamat tanpa kurang suatu apapun.
Sementara itu, Kapal Express Bahari 8F berangkat pukul 08.30 WIB dan tiba di Karimunjawa sekitar pukul 11.00 WIB.
Kapal cepat ini juga mengangkut penumpang, mayoritas warga Karimunjawa yang sebelumnya juga belum bisa pulang. Imbas penutupan jasa penyeberangan akibat cuaca buruk.
Menurutnya, selain penumpang dan sembako, distribusi LPG juga kembali dilakukan.
Gas elpiji diangkut menggunakan Kapal Berkah Kancil Parang 2. Dinahkodai Sarmidi. Hal ini dilakukan untuk menjamin kebutuhan energi masyarakat.
Adapun rincian pasokan LPG yang dikirim meliputi 2.000 tabung LPG 3 kilogram, 5 tabung LPG 5,5 kilogram, serta 15 tabung LPG 12 kilogram.
Seluruh pasokan tersebut diperuntukkan bagi empat desa di Kecamatan Karimunjawa.
Seperti Desa Karimunjawa, Desa Kemujan, Desa Nyamuk, dan Desa Parang.
“Intinya pasokan sembako dan LPG aman. Untuk Pertalite dan Bio Solar juga aman,” terangnya Senin (19/1) petang.
Diketahui sebelumnya, terdapat setidaknya 116 warga Karimunjawa yang sempat tertahan di Jepara. Akibat angin baratan dan dihentikannya layanan penyeberangan.
Mereka terdiri dari 20 warga Desa Kemujan dan 96 warga Desa Karimunjawa.
Seiring dibukanya kembali penyeberangan, setidaknya 90 persen warga telah kembali.
Sedangkan sisanya, lanjut Nuril, masih berada di Jepara karena keperluan tertentu.
Selain logistik di atas, pihaknya juga menyampaikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) akan dikirim pada Rabu (21/1) mendatang. Sebanyak 10 ton.
Termasuk pengiriman bantuan lima armada angkutan perintis, untuk Karimunjawa maupun Kemujan.
"Dengan cuaca yang mulai bersahabat ini, aktivitas distribusi dan mobilitas warga di Karimunjawa pun perlahan kembali normal," tandasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya