JEPARA – Mobilitas warga Karimunjawa kini semakin lancar. Pemerintah menghadirkan angkutan perintis yang melayani rute strategis dari pelabuhan hingga bandara, menjawab kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah kepulauan.
Sebanyak 5 unit angkutan perintis resmi dioperasikan untuk melayani trayek sepanjang 55 kilometer pulang-pergi, menghubungkan Pelabuhan Penyeberangan Karimunjawa, Bandara Dewandaru, Desa Kemujan, hingga Pelabuhan Legon Bajak.
Program angkutan perintis Karimunjawa ini diluncurkan di Pelabuhan Pantai Kartini, Selasa (13/1/2026), sebagai bagian dari komitmen pemerintah meningkatkan aksesibilitas transportasi dan memperkuat konektivitas wilayah terluar.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa kehadiran angkutan perintis tidak hanya mengangkut orang, tetapi juga mendukung distribusi barang serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Karimunjawa.
“Angkutan perintis ini mengangkut barang dan orang. Masyarakat tidak ada yang ditinggal, semua diopeni. Ini bentuk kolaborasi dari pusat hingga daerah, dan manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat Karimunjawa,” ujarnya.
Ia berharap layanan ini dapat menghadirkan transportasi dengan ongkos terjangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Karimunjawa dan Kabupaten Jepara.
Ke depan, sarana transportasi tersebut akan terus dievaluasi dan ditingkatkan sesuai kebutuhan.
“Nantinya akan kita tambah lagi seiring evaluasi. Yang penting segera dirawat dan dipelihara,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan Karimunjawa bukan hanya destinasi wisata nasional dan internasional, tetapi juga ruang hidup masyarakat yang membutuhkan jaminan akses transportasi yang layak.
“Selama ini keterbatasan transportasi menjadi tantangan nyata, baik bagi warga lokal maupun wisatawan. Kehadiran angkutan perintis ini menjadi solusi konkret,” katanya.
Angkutan perintis Karimunjawa akan melayani trayek Pelabuhan Penyeberangan Karimunjawa – Bandara Dewandaru – Desa Kemujan – Pelabuhan Legon Bajak, dengan jarak tempuh sekitar 55 kilometer pulang-pergi.
Armada yang digunakan berupa minibus Toyota Hiace yang aman dan nyaman, berjumlah 5 unit, terdiri dari 4 unit operasional dan 1 unit cadangan.
Pembiayaan operasional dan perawatan ditanggung oleh pemerintah pusat, sementara tarif penumpang disubsidi agar terjangkau bagi masyarakat.
Pemkab Jepara memastikan akan terus mendukung penyelenggaraan angkutan perintis ini, termasuk penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
Demi meningkatkan konektivitas, aktivitas ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Karimunjawa.
Editor : Mahendra Aditya