Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Nelayan Rumput Laut Karimunjawa masih Terkendala Akses Permodalan

Fikri Thoharudin • Selasa, 4 November 2025 | 01:22 WIB
SEGAR: Para nelayan Rumput Laut di Karimunjawa usai melakukan pemanenan dan akan dibawa ke tempat penimbangan
SEGAR: Para nelayan Rumput Laut di Karimunjawa usai melakukan pemanenan dan akan dibawa ke tempat penimbangan

JEPARA - Permintaan rumput laut dari berbagai daerah terus meningkat, namun nelayan di Jepara khususnya Karimunjawa masih menghadapi kendala klasik, akses permodalan yang terbatas. 

Ketua Kelompok “Hasil Lancar” sekaligus pengepul rumput laut di Dukuh Mrican Desa Kemujan, Athok, 38, mengungkapkan bahwa selama ini kebutuhan utama para nelayan atau petani rumput laut bukan hanya soal pasar, melainkan kemampuan untuk menambah kuantitas produksi.

“Selama ini yang dibutuhkan nelayan adalah penambahan prasarana budidaya. Banyak yang masih bergantung pada bantuan pengepul karena akses permodalan sulit dijangkau,” ujarnya pada Senin (3/11).

Ia menuturkan, pihaknya sempat terdapat upaya pendampingan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Namun, hasilnya belum sesuai harapan. 

“Kami kira bantuan itu untuk akses modal, ternyata hanya diarahkan agar bisa menjual ke perusahaan. Padahal buyer kami sudah banyak, yang dibutuhkan petani rumput laut itu modal agar bisa menambah produksi,” terangnya.

Menurutnya, waktu paling ideal untuk budidaya rumput laut adalah setelah musim Baratan. Namun, saat musim hujan, proses penjemuran sering terkendala karena kondisi cuaca yang lembab. 

“Kalau musim biasa panen bisa dua ton per hari, tapi kalau musim ramai bisa sampai lima ton. Dalam sebulan bisa dua sampai tiga kali panen,” ujarnya.

Setelah dikeringkan, hasil panen biasanya dibawa ke gudang untuk dikirim menggunakan truk ke Surabaya.

Aktivitas pengiriman ini menjadi mata rantai penting dalam menjaga keberlangsungan usaha nelayan rumput laut di pesisir Jepara.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Jepara, Muh Tahsin, mengatakan bahwa pemerintah sedang menyiapkan langkah konkret untuk memperkuat kapasitas pembudidaya.

“Bulan ini akan diadakan pelatihan bagi pembudidaya rumput laut dan eks petambak udang, dilanjutkan dengan studi tiru ke Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Proposal sudah diajukan ke KKP dan sudah diverifikasi lapangan, mudah-mudahan segera terealisasi,” sambungnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menyasar seluruh kelompok pembudidaya dan diharapkan dapat menjadi model pengembangan rumput laut di Jepara, khususnya Karimunjawa. 

Pihaknya juga ingin para pembudidaya bisa punya business plan yang jelas, sehingga tidak lagi tergantung pada pengepul.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #rumput laut #karimunjawa