JEPARA — Bupati Jepara Witiarso Utomo memaparkan arah pembangunan Kabupaten Jepara dalam beberapa tahun ke depan.
Pemerintah daerah akan memprioritaskan penyelesaian infrastruktur dasar hingga 2027, sebelum memfokuskan pengembangan sektor pariwisata pada 2028.
Menurutnya, pembangunan daerah harus dilakukan secara bertahap agar hasilnya lebih optimal dan berdampak luas bagi masyarakat.
Mas Wiwit, sapaan akrab Witiarso Utomo, menilai penguatan sektor kuliner juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya tarik wisata Jepara.
“Kuliner bisa menjadi alasan wisatawan datang dan kembali berkunjung ke Jepara,” ujarnya, Kamis (12/3).
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu program saja.
Dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak agar setiap persoalan dapat ditangani secara bertahap.
“Tidak ada satu program yang bisa menyelesaikan semua masalah. Dengan kolaborasi, masalah kecil bisa ditangani dan masalah besar bisa diperkecil,” jelasnya.
Infrastruktur Jadi Prioritas Hingga 2027
Pemkab Jepara menargetkan sejumlah infrastruktur dasar dapat diselesaikan hingga 2027.
Program tersebut meliputi peningkatan kualitas jalan, perbaikan drainase, serta penambahan penerangan jalan.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata.
Setelah infrastruktur dasar tertata, pemerintah daerah akan mulai memfokuskan pembangunan pada sektor pariwisata pada 2028.
Menurut Wiwit, perkembangan pariwisata akan mendorong pertumbuhan berbagai sektor ekonomi di Jepara.
“Kalau pariwisata berkembang, semuanya ikut bergerak. IKM jalan, mebel jalan, kuliner juga ikut berkembang,” ungkapnya.
Kuliner dan Identitas Wisata Jepara
Selain infrastruktur, pengembangan kuliner juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Kuliner tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya lokal.
Mas Wiwit mengaku prihatin dengan maraknya jajanan yang kurang sehat atau cenderung berupa junk food.
Karena itu, menurutnya perlu dibangun budaya kuliner yang modern namun tetap sehat sehingga dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menjadi identitas kuliner daerah.
Jepara juga dinilai perlu memiliki identitas wisata yang kuat agar wisatawan memiliki alasan khusus untuk datang.
Keunikan destinasi wisata, produk lokal, hingga kuliner khas daerah harus terus diangkat dan dikembangkan.
Ia menambahkan, Karimunjawa masih menjadi magnet utama pariwisata Jepara.
Pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan infrastruktur di wilayah tersebut, termasuk perbaikan jalan untuk memperlancar akses wisata. (fik/war)
Editor : Ali Mustofa