Bu Rerie Ingatkan Bahaya Korsleting, Sentra Mebel Jepara Perlu Waspada Kebakaran

M. Khoirul Anwar • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:25 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

 

JEPARA – Lebih dari 50 persen kasus kebakaran disebut berkaitan dengan korsleting listrik. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan instalasi dan penggunaan listrik, terutama di Jepara yang memiliki banyak aktivitas industri mebel dan ukir.

Peringatan tersebut disampaikan perempuan yang akrab disapa Bu Rerie itu dalam kegiatan Sosialisasi Layanan PLN Mobile dan Keamanan dalam Menggunakan Listrik di Jepara, Minggu (18/10). Menurut dia, penggunaan listrik yang tidak tepat, termasuk kebiasaan menyambung kabel sembarangan dan menumpuk beban pada satu stopkontak, perlu menjadi perhatian bersama.

“Keselamatan ini bukan kesadaran individu. Ini adalah tanggung jawab dan tugas bersama,” tegasnya.

Kebiasaan Sepele, Risiko Kebakaran

Dalam penggunaan sehari-hari, satu stopkontak kerap dipakai untuk beberapa perangkat sekaligus. Mulai pengisi daya telepon seluler, pengering rambut, penanak nasi, dispenser, hingga lemari es.

Bu Rerie mengingatkan bahwa kapasitas daya yang tersedia bukan satu-satunya hal yang harus diperhatikan. Distribusi beban listrik dan kondisi instalasi juga menentukan keamanan penggunaan listrik.

“Daya mungkin cukup, tapi distribusi daya ini yang butuh kita perhatikan,” ujarnya.

Kebiasaan menyambung kabel secara sembarangan juga perlu dihindari. Instalasi yang tidak sesuai ketentuan dan beban berlebih pada stopkontak dapat meningkatkan risiko gangguan listrik hingga kebakaran.

Risiko tersebut menjadi perhatian penting di Jepara, khususnya di lingkungan industri mebel. Aktivitas produksi menggunakan berbagai peralatan listrik, sementara serbuk kayu dan sisa potongan bahan baku dapat memperbesar risiko kebakaran apabila terpapar sumber api atau percikan.

Karena itu, pemeriksaan instalasi secara berkala, penggunaan perlengkapan listrik sesuai standar, serta penataan lingkungan kerja yang aman perlu menjadi bagian dari upaya pencegahan.

Sosialisasi PLN Mobile dan Keamanan Listrik

Selain mengingatkan bahaya instalasi listrik, Bu Rerie menyoroti pentingnya kehadiran PLN di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi sekaligus meningkatkan akses pelayanan kelistrikan.

PLN Mobile menjadi salah satu sarana transformasi pelayanan publik yang diharapkan memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan kelistrikan dengan lebih cepat.

Bu Rerie mengapresiasi upaya PLN dalam menyiapkan jaringan distribusi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Menurutnya, kebutuhan listrik terus berkembang seiring perubahan pola hidup dan aktivitas ekonomi.

Jika beberapa tahun lalu pengisian daya perangkat elektronik belum menjadi kebutuhan yang begitu menonjol, kini masyarakat semakin bergantung pada perangkat digital dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut turut meningkatkan kebutuhan terhadap ketersediaan listrik dan distribusi daya yang memadai.

Ia berharap sosialisasi tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat dan PLN. Berbagai persoalan pelayanan maupun kebutuhan listrik di lapangan dapat disampaikan untuk dicarikan solusi.

Dalam sambutannya, Bu Rerie juga mengingatkan pentingnya pemenuhan kebutuhan listrik bagi masyarakat sebagai bagian dari amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945. Pemenuhan kebutuhan listrik perlu berjalan beriringan dengan keselamatan penggunaan dan pemerataan pelayanan.

Ia turut menyinggung kondisi suhu panas dan fenomena El Niño yang perlu diantisipasi. Perubahan kondisi lingkungan dan pola konsumsi listrik menjadi alasan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko, termasuk kebakaran.

Mitigasi Kebakaran di Sentra Industri Mebel

Bagi Jepara, keselamatan penggunaan listrik memiliki arti penting karena industri mebel dan ukir menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Penggunaan peralatan listrik di area produksi perlu disertai instalasi yang layak serta pengelolaan lingkungan kerja yang aman.

Pencegahan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan penanganan setelah kejadian. Kesadaran menggunakan listrik secara aman, edukasi dari PLN, dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan perlu berjalan bersama.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami risiko penggunaan listrik yang tidak sesuai ketentuan sekaligus memanfaatkan layanan PLN Mobile untuk mengakses pelayanan kelistrikan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Jepara yang juga Ketua DPD Partai NasDem Jepara Pratikno serta anggota DPRD Jepara dari Fraksi NasDem, Nur Hidayat yang menjabat Ketua Komisi C, Padmono Wisnugroho, dan Farah Elfirajun.

Hadir pula Manager PLN ULP Jepara Agil Prabowo, Manager PLN ULP Bangsri Rafli Handika Agustian, Manager PLN UP3 Kudus Syaiful Azhari Siregar, Assistant Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Kudus Ramadani Kurniawan, serta Manager PLN ULP Kudus Kota Juliantoro.

Editor : M. Khoirul Anwar
Keselamatan Listrik pln mobile Lestari Moerdijat industri mebel jepara kebakaran jepara