Emprak Kembali Mengisi Panggung Budaya Jepara
JEPARA – Langgam Caping Gunung mengalun di Joglo Pancasila Jepara, Sabtu malam (17/10). Di panggung itu, seni emprak kembali hadir membawa cerita dan tradisi yang tumbuh di tengah masyarakat Jepara.
Pagelaran Seni Budaya Emprak tersebut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Bu Rerie. Pementasan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pelestarian seni budaya lokal agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Warisan budaya Jepara butuh perhatian agar tetap lestari,” ujar Bu Rerie.
Ketua DPD Partai NasDem Jepara Pratikno dan anggota DPRD Jepara Farah Elfirajun turut hadir dalam pagelaran tersebut.
Pagelaran seni budaya tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan DPD Partai NasDem Jepara dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Partai NasDem. Melalui kegiatan ini, peringatan hari jadi partai juga diisi dengan upaya mengangkat dan merawat kekayaan seni budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat Jepara.
Emprak bukan sekadar hiburan. Kesenian tradisional ini memadukan cerita, musik instrumental Jawa, tembang, dan seni peran dalam satu pertunjukan. Di dalamnya tersimpan jejak tradisi dan akulturasi budaya yang berkembang di masyarakat.
Emprak Menghadapi Tantangan Regenerasi
Emprak tumbuh terutama di wilayah utara Jepara, termasuk Kecamatan Bangsri dan Pakisaji. Namun, keberlangsungan kesenian ini menghadapi tantangan seiring perubahan selera hiburan masyarakat dan terbatasnya regenerasi pelaku.
Kajian Alamsyah dan Siti Maziyah yang diterbitkan dalam Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Universitas Diponegoro pada 2021 mencatat, emprak mengalami kemunduran sejak 2000-an. Persaingan dengan hiburan modern serta terbatasnya regenerasi menjadi tantangan bagi keberlanjutan kesenian tersebut.
Di Joglo Pancasila, para seniman kembali menghadirkan emprak di hadapan penonton. Pementasan ini menjadi ruang untuk menjaga tradisi tetap hidup sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.
Kentrung Juga Mendapat Perhatian
Sebelumnya, Bu Rerie juga menaruh perhatian terhadap kesenian kentrung Jepara. Perhatian terhadap dua kesenian tradisional ini menunjukkan pentingnya menjaga kekayaan budaya lokal agar tetap dikenal masyarakat.
Keberlanjutan seni tradisional tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan seniman mempertahankan tradisi. Kesempatan pentas, apresiasi publik, dan keterlibatan generasi muda juga dibutuhkan agar warisan budaya tidak terputus oleh pergantian generasi.
Melalui pagelaran tersebut, emprak kembali memperoleh ruang untuk tampil di hadapan publik. Pementasan ini menjadi salah satu wujud dukungan terhadap pelestarian seni budaya khas Jepara agar tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.
Editor : M. Khoirul Anwar