KOTA — Wajah kawasan Museum Kartini Jepara bakal berbenah.
Kandang rusa yang selama ini berada di sekitar pendopo dan museum akan dipindahkan ke Taman Hutan Kota, dekat Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK).
Pemindahan ditargetkan rampung akhir tahun ini, seiring dengan penataan kawasan dan rencana revitalisasi museum, untuk ditingkatkan statusnya menjadi museum kelas A.
Ihwal ini menjadi satu harapan dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat meresmikan Museum Kartini Sabtu (15/11/2025) lalu, yang sebelumnya difungsikan sebagai Rumah Dinas Bupati Jepara.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jepara Hanief Kurniawan mengatakan, pekerjaan pemindahan kandang rusa dijadwalkan mulai pertengahan bulan depan.
Tahap awal difokuskan pada pembangunan kandang baru di kawasan hutan kota.
"Kalau nanti kandangnya sudah siap, baru kami pindahkan dari area pendopo dan Museum Kartini ke Taman Hutan Kota di dekat Stadion Gelora Bumi Kartini," ungkapnya saat ditemui pada Kamis (15/10).
Dengan tahapan tersebut, pemindahan rusa diperkirakan berlangsung pada akhir Desember.
Langkah ini menjadi bagian dari penataan kawasan, agar keberadaan kandang rusa tidak lagi berada di sekitar pendopo dan museum.
Di sisi lain, rencana revitalisasi Museum Kartini juga terus dipersiapkan. Dengan pengelolaan museum berada di bawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara.
Sebelumnya juga telah dilakukan pengecekan bangunan Museum Kartini oleh Tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah.
Dilakukan pemindaian tiga dimensi atau 3D scanning.
Pemindaian itu mencakup bangunan museum hingga Pendopo Kartini untuk melihat kondisi kawasan secara lebih utuh.
Hasil pemetaan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rencana revitalisasi. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian di antaranya perubahan kondisi lantai, atap serta keberadaan kolam renang di kawasan museum.
Di samping itu, Hanief menyebut, pihaknya telah menyiapkan kajian penataan kawasan sejak 2025.
Utamanya perencanaan pendukung peningkatan status museum menjadi kelas A.
"Kajian untuk revitalisasi museum, itu kan mau dinaikkan menjadi museum kelas A," jelasnya.
Hanief mengatakan, kabar mengenai anggaran revitalisasi dari kementerian telah diterima.
Namun, detail pelaksanaan dan penyesuaian rencana masih menunggu perkembangan lebih lanjut.
Sebab, terdapat sejumlah bagian dalam perencanaan yang diperkirakan perlu direvisi setelah mendapat masukan dari Kementerian Kebudayaan.
Perencanaan yang disusun PUPR sebelumnya mencakup penataan kawasan secara menyeluruh.
Dokumen tersebut telah diserahkan kepada Disparbud, termasuk rancangan tata letak kawasan yang mendukung pengembangan Museum Kartini sebagai museum kelas A.
Sementara itu, pembangunan rumah dinas Bupati Jepara yang berada di belakang kawasan Museum Kartini juga diproyeksikan selesai pada akhir tahun ini.
Setelah tahap pertama rampung, pekerjaan tahap II akan dilanjutkan melalui penganggaran dalam APBD 2027.
Pada tahap itu, penataan diarahkan pada pembangunan joglo dan pembenahan lanskap kawasan.
Penataan tersebut diharapkan membuat keseluruhan area lebih tertata, sekaligus mendukung pengembangan kawasan bersejarah yang lekat dengan jejak perjuangan Kartini.
“Pembangunan Rumah Dinas Bupati tidak dilakukan di area lapangan tenis karena itu akan termasuk kawasan pengembangan Cagar Budaya,” tandasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya