Pemadaman Gudang Allpin Hampir Lebih dari 30 Jam, Petugas Sempat Dipasangi SCBA

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:41 WIB
LARUT DINI HARI: Petugas pemadam kebakaran beserta relawan, tengah mengambil air di area bawah pedestrian Tugu Kartini, untuk proses pemadaman api di gudang pabrik Allpin di Kelurahan Karangkebagusan, Jepara. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
LARUT DINI HARI: Petugas pemadam kebakaran beserta relawan, tengah mengambil air di area bawah pedestrian Tugu Kartini, untuk proses pemadaman api di gudang pabrik Allpin di Kelurahan Karangkebagusan, Jepara. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Siang berganti malam, malam kembali berganti siang. Namun, kebakaran di gudang furniture Allpin, Karangkebagusan, Jepara, tak kunjung padam. 

Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku menjinakkan api, yang membakar material kayu hingga Rabu (14/10) sore.

Upaya pemadaman yang hampir berlangsung lebih dari 30 jam itu diwarnai sejumlah kendala. 

Material berupa serbuk kayu yang mudah terbakar membuat bara api sulit dipadamkan. 

Petugas pun harus bekerja bergantian, dengan waktu istirahat seadanya, demi memastikan api tidak kembali membesar.

Insiden ini juga menelan korban jiwa. 

Tiga orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan dua korban lainnya mengalami luka bakar dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD R.A. Kartini Jepara.

Pada Rabu (14/10), Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar menjenguk dua korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

PRIHATIN: Wabup Jepara M. Ibnu Hajar didampingi dengan Direktur RSUD Jepara Hadi Sarwoko beserta tim menjenguk korban kebakaran pabrik Allpin pada Rabu (14/10). (TIM WABUP UNTUK RADAR KUDUS)
PRIHATIN: Wabup Jepara M. Ibnu Hajar didampingi dengan Direktur RSUD Jepara Hadi Sarwoko beserta tim menjenguk korban kebakaran pabrik Allpin pada Rabu (14/10). (TIM WABUP UNTUK RADAR KUDUS)

Salah satu korban meninggal dunia ialah, warga Kabupaten Batang, Aprilianto, 22. Ia ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian usai terjebak kobaran api.

Sementara itu, warga RT 5 RW 7, Desa Tengguli, Kiswanto, 38, mengalami luka bakar serius dengan perkiraan luas luka mencapai 70–90 persen. Dia kini menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD R.A. Kartini Jepara.

Korban lainnya, warga RT 1 RW 7, Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling, Daryono, 59, mengalami luka bakar sekitar 35 persen dan juga dirawat di RSUD R.A. Kartini Jepara.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jepara Albertus Kurniawan Yulianto mengatakan, dalam proses pencarian dan penyelamatan korban pada Selasa (13/10), petugas harus menggunakan alat bantu pernapasan self-contained breathing apparatus (SCBA).

DRAMATIS: Petugas pemadam kebakaran harus dibantu dengan SCBA usai mengevakuasi korban pada Selasa (13/10).
DRAMATIS: Petugas pemadam kebakaran harus dibantu dengan SCBA usai mengevakuasi korban pada Selasa (13/10). 

Peralatan tersebut diperlukan karena kondisi di lokasi amat berbahaya.

Terutama akibat kobaran api dan kepulan asap, yang menyulitkan petugas saat melakukan pencarian.

Selama proses penanganan, petugas bekerja secara bergantian. 

Di tengah operasi pemadaman yang berlangsung berjam-jam, mereka hanya sempat beristirahat dan tidur seadanya. Sebelum kembali berjibaku memadamkan api dan bara yang masih tersisa.

Berdasarkan kronologi kejadian, ledakan pada blower mesin terjadi Selasa (13/10) sekitar pukul 13.05 WIB. 

Delapan menit kemudian, laporan kebakaran diterima petugas Damkar pada pukul 13.13 WIB. Operasi pemadaman dimulai pukul 13.18 WIB.

Petugas kemudian melakukan pencarian korban sekitar pukul 14.45 WIB. 

Pada pukul 15.00 WIB, korban ditemukan di bawah cerobong blower. 

Dalam kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar. Sebagaimana telah disebutkan di atas.

Operasi pemadaman melibatkan sejumlah armada dari berbagai unsur.

Damkar Jepara mengerahkan lima unit mobil pemadam, BPBD tiga unit, PT/CV ELS satu unit, serta Kotajati satu unit.

Di lokasi kejadian, mobil pemadam kebakaran terus berlalu-lalang mengangkut air untuk mendukung proses pemadaman. 

Petugas memanfaatkan kanal di bawah kawasan pedestrian Tugu Kartini sebagai sumber air. Utamanya dari kanal bawah area pejalan kaki tersebut.

Selain armada pemadam, alat berat berupa ekskavator turut diterjunkan. 

Alat tersebut digunakan untuk memisahkan material yang mudah terbakar, maupun material yang sudah terbakar dari bara api yang masih tersisa. 

DIPACU WAKTU: Petugas masih terus berupaya memadamkan api di Gudang CV Allpin, Rabu (14/10). (DAMKAR JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)
DIPACU WAKTU: Petugas masih terus berupaya memadamkan api di Gudang CV Allpin, Rabu (14/10). (DAMKAR JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)

Langkah ini dilakukan agar titik-titik api, yang tersembunyi di antara tumpukan serbuk kayu dapat dijangkau dan dipadamkan.

Namun, lanjut Albert, karakteristik material yang terbakar menjadi tantangan tersendiri. 

Serbuk kayu yang menumpuk membuat bara berpotensi bertahan di bagian dalam material, meskipun api yang terlihat di permukaan telah mereda. Api sulit dipadamkan seperti dalam sekam.

Hingga Rabu (14/10) pukul 16.00 WIB, api belum sepenuhnya padam.

Kerugian ditaksir mencapai Rp 5 miliar.

Produk Allpin Group diketahui seperti furniture kayu solid, kayu jati, dan kayu keras untuk kebutuhan dalam ruangan (indoor) maupun luar ruangan (outdoor).

Termasuk memproduksi berbagai produk bahan dasar kayu maupun biomassa. 

Petugas masih melanjutkan operasi pemadaman pada Rabu (14/10) usai Maghrib, untuk memastikan bara api benar-benar terkendali.

"Luas yang terbakar, sekitar 60x40 meter. Prakiraan pemadaman masih 6-8 jam lagi," tandasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
PT Allpin Karangkebagusan gudang mebel Jepara terbakar kerugian 5 miliar kebakaran satu meninggal dunia damkar jepara bpbd jepara