PAKIS AJI — Pembangunan infrastruktur jalan, menjadi salah satu sasaran utama program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV di Kabupaten Jepara.
Tak hanya membangun akses fisik, program tersebut juga menyentuh sektor peternakan, pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap IV berlangsung di Desa Bulungan, Selasa (13/10) berlangsung meriah.
Sarat nuansa kebudayaan lokal.
Masyarakat disuguhi pertunjukan Tari Gambyong dan kesenian Reog, yang dibawakan para pegiat seni dan budaya setempat.
Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari kemeriahan pembukaan, sekaligus ruang untuk menampilkan dan menjaga kesenian tradisional.
Dalam program kali ini, pembangunan jalan sepanjang 789 meter dengan lebar tiga meter, menjadi salah satu pekerjaan utama.
Hal ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, sekaligus mendukung pengembangan potensi ekonomi desa.
Komandan Kodim (Dandim) 0719/Jepara Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi mengatakan, Desa Bulungan memiliki potensi ekonomi yang perlu dikembangkan.
Karena itu, pelaksanaan TMMD diarahkan untuk membantu membuka akses pembangunan, sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat melalui berbagai kegiatan fisik dan nonfisik.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting untuk memperlancar aktivitas masyarakat dan memperkuat ketahanan wilayah.
"Selain pembangunan jalan, sasaran fisik TMMD kali ini juga mencakup rehabilitasi satu unit rumah tidak layak huni (RTLH)," tuturnya.
Program tersebut dilengkapi dengan kegiatan sosialisasi dan pembekalan pengetahuan bagi masyarakat.
Melalui integrasi berbagai program lintas sektor, TMMD diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Termasuk dapat mendukung kemajuan desa dari berbagai aspek.
Dukungan juga diwujudkan melalui penyaluran bantuan di sejumlah sektor.
Pada bidang perikanan, masyarakat mendapatkan 1.000 ekor benih ikan lele dan nila untuk mendukung pengembangan usaha perikanan.
Sementara itu, sektor peternakan mendapatkan layanan vaksinasi, pemberian obat cacing, dan vitamin bagi 150 ekor sapi.
Di bidang pertanian, diserahkan 275 batang bibit kelengkeng beserta satu paket sarana produksi pertanian (saprodi).
Bantuan lingkungan dan pertanian lainnya berupa 50 batang bibit durian, serta 10 karung media tanam.
Berbagai bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong produktivitas masyarakat, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Dukungan di bidang pendidikan juga diberikan melalui beasiswa bagi anak yatim piatu senilai Rp 1 juta.
Selain itu, PT BPR BKK Jepara menyalurkan beasiswa senilai Rp 4 juta bagi siswa jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, Bank Jateng Cabang Jepara menyerahkan 10 paket sembako.
Perumda Aneka Usaha turut memberikan lima karton air minum dalam kemasan, sedangkan bantuan keagamaan berupa 50 eksemplar Alquran.
Di sektor kesehatan, program TMMD turut menghadirkan pelayanan keluarga berencana dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) bagi 20 akseptor. Ini mendapatkan dukungan dari DP3AP2KB.
Ada pula pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil serta kelompok sasaran yang mengalami masalah gizi, meliputi wasting, underweight, dan weight faltering, dengan nilai bantuan mencapai Rp 86.538.000.
Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar menyampaikan, TMMD menjadi salah satu bentuk sinergi untuk menyatukan langkah dalam membangun Kabupaten Jepara, dengan desa sebagai salah satu titik penting pembangunan.
Ia menyebut, pembangunan jalan dengan nilai anggaran Rp 450 juta diharapkan semakin memperlancar mobilitas warga, serta mendukung aktivitas perekonomian masyarakat.
"Ini semakin memperlancar dan mendukung menuju Jepara Mulus,” sambungnya.
Selain pembangunan jalan dan rehabilitasi RTLH, program tersebut juga dilengkapi dengan bantuan zakat produktif, beasiswa bagi siswa, serta berbagai kegiatan nonfisik.
Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah, dan pihak terkait diharapkan membuat manfaat program lebih luas dirasakan masyarakat.
Gus Hajar berharap seluruh unsur yang terlibat dapat menjaga kekompakan dan semangat gotong royong selama pelaksanaan program.
TMMD tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan mendorong kemandirian masyarakat desa.
Melalui perpaduan pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian budaya, TMMD diharapkan menjadi salah satu penggerak kemajuan di Desa Bulungan.(fik)
Editor : Mahendra Aditya